Buka Peluang Baru, Pemerataan Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Kedaulatan Ekonomi Nasional

Buka Peluang Baru, Pemerataan Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Kedaulatan Ekonomi Nasional
Ilustrasi infrastruktur digital membuka peluang ekonomi Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan infrastruktur digital yang merata kembali ditekankan sebagai prasyaratan utama untuk membuka peluang ekonomi baru di wilayah kepulauan Indonesia.

Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), Ganda Yudha Asparaini, menegaskan bahwa kualitas jaringan digital bukan lagi sekadar penunjang, melainkan mesin penggerak lahirnya kekuatan digital nasional yang kompetitif.

“Hadirnya program nasional Palapa Ring Tengah merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperluas dan memperkuat jaringan fiber optik khususnya daerah 3T agar adil, merata yang secara hitungan finansial memang jauh dari kata layak,” ujar Ganda dikutip dari ANTARA, Jumat (14/11).

Baca Juga:BSI Kantongi Izin Jasa Simpanan EmasProduksi Minyak Indonesia Diprediksi Tembus 625 Ribu Barel per Hari pada Akhir 2025

Pada acara ‘Forum Akselerasi Infrastruktur Digital’ Ganda menjelaskan bahwa perluasan dan penguatan jaringan fiber optic akan menjadi pondasi bagi percepatan konektivitas wilayah kepulauan.

Hal tersebut menjadi penting untuk mendukung pembangunan ekonomi inklusif, mempercepat transformasi digital serta mendongkrak indeks masyarakat digital secara nasional.

Menurutnya, ‘Forum Akselerasi Infrastruktur Digtal’ bisa menjadi ruang bersama membahas tantangan, strategi dan solusi.

Bahkan, termasuk solusi percepatan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan secara efektif dan bekelanjutan khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki potensi besar namun juga dengan berbagai tantangan geografis.

Ia juga berharap, forum tersebut bisa mempercepat pelaksanaan modifikasi jalur serat optic Manado-Ondong-Siau yang telah lama putus karena kondisi alam yang bisa mengancam kesinambungan komunikasi antarwarga serta kedaulatan digital.

Selain itu, berharap kegiatan tersebut juga dapat membuang ruang komunikasi untuk keberhasilan program-program strategis menuju kedaulatan digital tahun 2045.

“Forum ini memperkuat langkah strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur digital wilayah kepulauan di Sulut yang akan tersambung dengan provinsi tetangga,” ujarnya.

Baca Juga:Kebangkitan Industri Tekstil Jadi Sinyal Pulihnya Kepercayaan InvestorDemi Ekonomi Berkelanjutan, Indonesia Perkuat Kolaborasi Global dalam Pengembangan Pasar Karbon

Ia pun menambahkan, infrastruktur digital ada yang dibangun operator atau swasta dan pemerintah.

Namun, selain pemerintah sebagai regulator, pemerintah juga menjalankan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU).

Jika infrastruktur telah selesai, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat melalui internet, bisnis melalui internet, dan sebagainya sehingga tumbuh ekonomi digital.

“Apabila ekonomi digital terbentuk, maka kedaulatan digital akan muncul. Itu yang penting. Kedaulatan digital kita jangan sampai bermasalah karena adanya masalah telekomunikasi,” katanya.

0 Komentar