Lebih jauh, Hilman menegaskan bahwa pengembangan BRT dan feeder bukan hanya soal transportasi, tapi juga mendukung sektor pariwisata Kabupaten Bandung.
“Kenapa feeder yang dipilih sekarang dari kawasan wisata? Karena ini untuk mendukung objek wisata. Ke depan, kita harapkan ada park and ride di wilayah Soroja,” ungkapnya.
Dengan adanya sistem park and ride tersebut, wisatawan yang datang ke wilayah Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) bisa memarkir kendaraan di Soroja dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan wisata khusus.
Baca Juga:Momentum Hari Pahlawan, Billy Martasandy Ajak Generasi Muda Jadi Pejuang di Era ModernPembangunan PLTA Upper Cisokan Dipastikan Sesuai Aturan dan Bawa Manfaat bagi Masyarakat
“Nanti kendaraan pengunjung bisa ditinggal di park and ride, lalu diangkut ke lokasi wisata. Dengan begitu, kawasan wisata jadi lebih tertata, dan di sana bisa tumbuh kegiatan ekonomi seperti kuliner dan kerajinan khas Kabupaten Bandung,” jelas Hilman.
Ia berharap, pengembangan transportasi publik dan wisata itu bisa segera terealisasi.
“Sudah dibahas juga di Bappeda. Intinya, kami ingin transportasi publik di Kabupaten Bandung tidak hanya mengurai kemacetan, tapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lewat sektor wisata,” tutupnya.
