Musik Jadi Nafas Baru Advokasi Lingkungan, WALHI Ajak Generasi Muda Suarakan Krisis Ekologis Lewat Karya

Musik Jadi Nafas Baru Advokasi Lingkungan, WALHI Ajak Generasi Muda Suarakan Krisis Ekologis Lewat Karya
Ilustrasi musik jadi nafas baru advokasi lingkungan. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

“Seni, lagu, maupun mural masih dapat diterima publik dan menjadi media pengetahuan bagi semua pihak. Sayangnya, penjegalan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, semakin kuat. Akibatnya, karya-karya para seniman ini sulit terpublikasikan secara luas,” ungkap Iwang.

Dalam konteks krisis lingkungan yang semakin akut, WALHI menyerukan agar seniman dan musisi tidak hanya menjadikan karya mereka sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai panggilan moral untuk menyelamatkan bumi.

“Kami menyadari kelompok musisi, seniman, dan budayawan sudah memahami krisis ekologis yang terjadi. Karena itu, kami berharap peran mereka dapat menjadi medium menyampaikan pendapat baik secara visual, online, maupun offline,” ujarnya.

Baca Juga:Walhi Jawa Barat Sebut Program Kampung Iklim Tidak TransparanProgram Kampung Lingkungan Dinilai Menghamburkan Anggaran, Ini Kata Walhi Jabar!

Ia menutup dengan pesan agar para pelaku seni memperkuat karya yang lebih menyentuh aspek lingkungan, sehingga mampu menggugah kesadaran publik dan memperluas gerakan penyelamatan alam.

“Di tengah krisis iklim dan kerusakan ekologis yang telah terjadi, musisi dan seniman dapat memperkuat karya-karya lagunya yang menyentuh aspek lingkungan. Seni bukan sekadar hiburan, tapi juga perlawanan terhadap kerusakan bumi,” pungkas Iwang. (Mong)

0 Komentar