“Tour guide-nya adalah anak-anak muda. Gen Z kayaknya ya kalau dilihat-lihat. Itu justru bisa menjadi salah satu penarik minat kayak gitu. Apresiasi banget melibatkan warga desa,” ungkap Nurul.
Anak Muda Hidupkan Desa Wisata
Berdasarkan catatan terakhir Desa Wisata Mekarlaksana, saat ini ada belasan anak muda yang menjadi pemandu wisata. Mereka berkisar dari usia 20 – 28 tahunan. Satu di antaranya ialah Siti. Perempuan berusia 21 tahun ini berangkat dari niat untuk mencoba sesuatu yang baru, ia bergabung dengan para anak muda lainnya untuk menghidupkan desa.
Ia bercerita, ragam kegiatan kearifan lokal yang mengakar sejak lama disuguhkan oleh mereka. Seperti nandur dan praktek langsung ke persawahan. Mereka diberi kesempatan juga untuk berbaur dengan para petani lokal. Itu semua dihadirkan sebagai pengingat, segala hal yang berada di atas meja makan, ialah hasil dari proses panjang.
Baca Juga:Lebih Pintar Tapi Tak Laku, Gen Z Jadi Pengangguran Terbanyak di JabarInvestasi Deras, Tenaga Kerja Seret: Pengangguran Jabar Tembus 1,78 Juta Orang
“Apalagi itu kan wisatawannya masih anak SMP. Jadi itu memberikan pengetahuan bagi anak-anak sekolah. Supaya tau pemrosesan beras tidak ujug-ujug langsung jadi nasi,” jelas Siti.
Perempuan kelahiran asli Kampung Cilopang ini menilai, para wisatawan mesti paham betul perihal kerja-kerja tani. Ia pun mengajak petani lokal untuk memberi edukasi bagi pengunjung. “Melibatkan petani juga secara langsung. Kayak ngobrol sama siswa. Iya melibatkan warga setempat. Sama petaninya, (wisatawan) sambil dikasih tau juga (praktek lapangan),” imbuhnya.
Bukan cuman bagi para wisatawan, seluruh kegiatan di desa menjadi pengingat bagi dirinya sendiri. Sebagai pemandu wisata, ia mesti kembali mengingat perihal tempat kelahiran. Ia menjadi banyak belajar tentang persawahan hingga kesenian yang berada di Desa Mekarlaksana. Begitupun para pemandu wisata lainnya, mereka meningkatkan wawasan tentang desa mereka beserta nilai-nilainya.
“Apalagi kan wisatawan pasti mereka akan menanyakan sesuatu yang memang belum mereka tahu. Terus itulah tantangannya kami sebagai tour guide, untuk memiliki wawasan,” ungkap mahasiswi program studi Hubungan Internasional di International Women University itu.
Lantas dirinya menyambut baik atas binaan pemerintah serta Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar). Ia bersama pemandu wisata lainnya mendapatkan pembekalan mumpuni kala menjadi bagian dari Desa Wisata Mekarlaksana. “Kalau saya sempat dapat binaan tour consultant dari BI. Dibina bagaimana mengemas paket wisata sampai marketing yang dapat menarik wisatawan,” jelasnya.
