Ini Alasan Disdik Ganti BPMU jadi Beasiswa di 2026

Ini Alasan Disdik Ganti BPMU Menjadi Beasiswa di 2026
Kadisdik Jabar Purwanto, saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (29/10)/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan alasan rencana penggantian program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) menjadi skema beasiswa pada tahun 2026. Salah satu pertimbangannya untuk memenuhi kebutuhan prioritas siswa.

Purwanto menguraikan, pada 2026, kemungkinan terjadi keterbatasan anggaran, sehingga penentuan prioritas menjadi sangat penting. Program BPMU menjadi salah satu yang dievaluasi dalam upaya ini.

“Karena terbatas, jadi mengedepankan prioritas, ” katanya saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (29/10).

Baca Juga:Legenda Setan Merah Akui Salah, Bryan Mbeumo Ternyata Rekrutan Terbaik Manchester United!Gagal Lagi, Ronaldo Perpanjang Rekor Tanpa Trofi Bersama Al Nassr!

Ia menjelaskan, prioritas yang dimaksud adalah kepentingan siswa kurang mampu atau rentan. “Masyarakat kurang mampu atau rentan, itulah yang perlu diprioritaskan,” tambahnya.

Terkait pendidikan, kebutuhan siswa ada beberapa aspek yang harus dipenuhi. Pertama adalah kebutuhan personal siswa, seperti seragam, tas, hingga sepatu. “Selama ini kan tidak dapat cover,” jelasnya.

Menurutnya, usulan dinas terkait mencakup kebutuhan personal senilai Rp 3,6 juta per siswa. “Itu untuk kebutuhan personal tadi. Seperti seragam, sepatu. Seragam kan juga ada beberapa jenis. Mudah mudahan usulan ini disetujui,” cetusnya.

Kebutuhan berikutnya adalah untuk operasional. Atau biasanya untuk SPP. Nilainya memperhitungkan standar kekurangan dari yang ter-cover BOS.

Usulan yang disampaikan disdik adalah Rp 1,2 per tahun. Atau sekitar Rp 100 ribu per bulan. “Itu yang menjadi usulan kami di tengah keterbatasan anggaran, ” bebernya. (son)

0 Komentar