Menariknya, beberapa pemain Indonesia seperti Jay Idzes dan Thom Haye tentu tak asing dengan gaya sepak bola Belanda — hal yang bisa membuat transisi taktik berjalan lebih cepat.
3. Mark van Bommel
Nama Mark van Bommel juga masuk radar publik. Mantan kapten Timnas Belanda ini saat ini menukangi Royal Antwerp di Liga Belgia dan sukses mempersembahkan gelar liga pada musim 2022/2023.
Van Bommel juga memiliki pengalaman bekerja di Asia — ia sempat menjadi asisten pelatih Timnas Arab Saudi di bawah kepemimpinan Van Marwijk. Dengan rekam jejak itu, ia punya pemahaman yang cukup tentang sepak bola Asia, terutama soal etos kerja dan adaptasi pemain lokal.
Baca Juga:Move On! Timnas Indonesia Mustahil CLBK sama STY, Ternyata Ini AlasannyaSimulasi KUR BRI 2025 dengan Pinjaman Rp10–Rp150 Juta: Cek Syarat, Bunga, dan Cicilannya
Kehadirannya bisa membawa pendekatan modern, energik, dan fokus pada pembinaan pemain muda — hal yang sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang Timnas Indonesia.
4. Jesus Casas
Nama Jesus Casas, pelatih asal Spanyol yang kini menangani Timnas Irak, juga mencuri perhatian publik Indonesia. Di bawah arahannya, Irak tampil luar biasa di Piala Asia 2023 dan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, bahkan menumbangkan tim-tim besar seperti Jepang dan Vietnam.
Casas dikenal dengan filosofi “positional play” khas Spanyol — permainan berbasis penguasaan bola, pergerakan cerdas, dan pressing tinggi. Dengan skuad muda Indonesia yang dinamis, gaya seperti ini bisa sangat cocok jika diterapkan dengan disiplin.
5. Timur Kapadze – Harapan Baru dari Asia Tengah
Nama Timur Kapadze, pelatih Timnas Uzbekistan U-23, juga ramai diserukan oleh suporter Garuda. Pelatih berusia 43 tahun itu sukses membawa Uzbekistan U-23 melaju ke final Piala Asia U-23 2024 dan tampil impresif di Olimpiade Paris.
Gaya kepelatihannya yang disiplin, cerdas membaca permainan, dan fokus pada pengembangan pemain muda dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia. Selain itu, Kapadze dikenal rendah hati dan komunikatif — dua hal yang penting untuk memimpin tim dengan latar budaya beragam seperti Indonesia.
Siapa pun yang akhirnya terpilih, tantangan utama tetap sama yaitu membangun konsistensi, memperkuat mental pemain, dan membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah Asia bahkan dunia.*
