Veby Pengusaha Muda Asal Kabupaten Bandung, Bangga Batik Kina Dibeli Selvi Gibran

Veby Pengusaha Muda Asal Kabupaten Bandung, Bangga Batik Kina Dibeli Selvi Gibran
Veby Wibisana (25), pengusaha muda batik asal Kecamatan Margahayu yang dikenal dengan produk Batik Kina khas Kabupaten Bandung. Foto Agi
0 Komentar

“Kita baru berdiri sejak 2020, jadi masih tergolong baru. Tapi alhamdulillah sudah mulai dikenal,” katanya.

Batik yang ia produksi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan batik dari daerah lain.

“Yang membedakan batik kami dengan lainnya adalah penggunaan kaligrafi aksara Sunda. Itu jadi identitas dan pembeda utama,” jelasnya.

Baca Juga:Virgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester United

Selain itu, Veby menuturkan seluruh proses pembuatan batik dilakukan secara mandiri.

“Kami produksi dari bahan mentah seperti kain mori sampai jadi. Bahkan ada juga yang sudah dijahit,” ujarnya.

Untuk harga, ia mengatakan produk batiknya dijual dengan beragam kisaran

“Batik cap mulai dari Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Kalau batik tulis mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta, bahkan ada juga yang Rp4 juta hingga Rp5 juta,” kata Veby.

Dalam kunjungan tersebut, Selvi Gibran dan para anggota SERUNI disebut turut membeli beberapa produk batik tulis.

“Ibu Selvi juga beli, termasuk ibu-ibu SERUNI lainnya. Beliau ambil batik tulis yang harganya sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta,” ungkapnya.

Meski masih fokus pada pemasaran dalam negeri, produk batik milik Veby sudah banyak dilirik oleh instansi pemerintah dan BUMN.

“Pemasaran kita masih di Indonesia, lebih banyak ke instansi-instansi dan BUMN. Tapi ke depan kita ingin menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga:Jurgen Klopp Buka Peluang Kembali ke Liverpool?Alex Pastoor Akui Tak Kaget Dipecat dari Timnas Indonesia

Selain memiliki galeri offline, Veby juga memanfaatkan media sosial untuk promosi.

“Kita punya toko dan galeri sendiri. Untuk online juga ada, lewat Instagram dan TikTok dengan nama Erigandana Batik,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa batik yang diproduksi benar-benar mencerminkan karakter Kabupaten Bandung.

“Batik kami ini khas Bandung, karena mengangkat motif Kina dan warna yang lebih colorful, lebih cerah dan menak istilah orang Sunda untuk sesuatu yang berkelas dan indah. Karena itu, kami juga punya tagline ‘Batik Menak dari Sukamenak’,” pungkas Veby.

0 Komentar