JABAR EKSPRES – Tim ekskavasi Museum Geologi Bandung menemukan fosil gajah purba jenis Stegodon trigonocephalus di kawasan Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Penyelidik Bumi Badan Geologi Bandung, Unggul Prasetyo menyebut, fosil yang diperkirakan berumur sekitar 800 ribu tahun itu ditemukan masih dalam posisi anatomis di lapisan Formasi Kabuh.
“Identifikasi jenis Stegodon Trigonocephalus didasarkan pada gigi yang masih menempel pada rahangnya dan karakter gading yang ditemukan,” kata Unggul melalui pesan singkat, baru-baru ini.
Baca Juga:Ribuan Aktivis Iklim Geruduk New York untuk Mendesak Pemberhentian Penggunaan Bahan Bakar FosilAktivis Iklim Merusak Monumen Bersejarah di Jerman, Menuntut Penghentian Penggunaan Bahan Bakar Fosil pada 2030
Unggul menjelaskan, penemuan ini menjadi salah satu temuan fosil gajah purba paling lengkap di Jawa Timur. Sejumlah bagian tubuh masih utuh, antara lain gading sepanjang 2,5 meter, rahang bawah, rusuk, kaki depan dan belakang, tulang belikat, pinggul, ruas tulang leher, punggung, ekor, hingga jari-jari.
“Selain memiliki nilai ilmiah tinggi, temuan ini juga menegaskan potensi Hutan Tritik sebagai kawasan geologi penting dan aset penelitian prasejarah Pulau Jawa,” jelasnya.
Ekskavasi dilakukan sejak 14 Oktober 2025 oleh sembilan anggota tim dari Badan Geologi Bandung, bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk, serta dibantu komunitas dan masyarakat setempat.
Kegiatan itu ditargetkan berlangsung selama sepuluh hari. “Fosil-fosil yang sudah diangkat akan dikirim ke Geologi Bandung untuk proses konservasi dan rekonstruksi,” kata Unggul.
Dia menambahkan, wilayah Tritik merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng, kawasan yang telah lama dikenal sebagai lokasi temuan fosil sejak masa Hindia Belanda.
“Tahun 1930-an, geolog Van Es dari Dinas Pertambangan di Bandung memetakan wilayah Kendeng dan menyebutkan potensi kandungan fosilnya,” tutur Unggul.
Kajian terhadap wilayah ini terus berlanjut hingga masa kini. Sejumlah lembaga seperti Museum Geologi, BRIN, dan Museum Sangiran juga meneliti kawasan tersebut.
Baca Juga:Aktivis Iklim di Seluruh Dunia Akan Gelar Demo Besar-Besaran, Desak Penghentian Penggunaan Bahan Bakar FosilPenemu Harta Karun Prasejarah, Fosil Gading Gajah di Sragen! Berapa Duit Kompensasinya?
Pada 2023, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melaporkan temuan fosil dan batuan di area Tritik. Setahun kemudian, tim dari Museum Geologi melakukan survei dan menemukan satu titik yang berpotensi mengandung fosil utuh.
Dia menuturkan, hasil analisis sementara menunjukkan bahwa wilayah tersebut pada masa 800 ribu tahun lalu merupakan hamparan sabana yang dihuni hewan besar seperti banteng dan gajah purba.
