Sinergi Tata Ruang dan Investasi, Pemkab Bogor Dorong Ekonomi Spasial Berkelanjutan

Pemkab Bogor Dorong Investasi Berkelanjutan Lewat Sinergi Tata Ruang dan Ekonomi Spasial
Pemkab Bogor menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi yang berkelanjutan dan selaras dengan penataan ruang yang tertib dan ramah lingkungan/Foto: Diskominfo/
0 Komentar

RTRW tersebut, kata Bambam, menjadi landasan penting untuk mewujudkan tata ruang yang berkualitas, sejahtera, merata, dan berkelanjutan.

“Agar implementasi tata ruang efektif, dibutuhkan strategi investasi berbasis kawasan yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Bambam.

RTRW 2024–2044 mencakup 8 kebijakan dan 35 strategi penataan ruang, antara lain pengembangan sistem permukiman, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, pengembangan industri dan pariwisata, hingga perlindungan kawasan ekologis.

Kabupaten Bogor juga dibagi menjadi tiga wilayah pengembangan utama:

Baca Juga:Virgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester United

Wilayah Barat: fokus pada industri, pertanian, dan pariwisata (Tenjo, Parungpanjang, Rumpin).

Wilayah Tengah: sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Wilayah Timur: diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru dengan rencana ibu kota di Jonggol dan Sukamakmur.

Kabisa, Inovasi Digital untuk Transparansi Tata Ruang

Sebagai bentuk transparansi dan kemudahan akses publik, Bappedalitbang memperkenalkan platform digital “KABISA (Kabupaten Bogor Satu Peta)”, yang dapat diakses melalui situs geoportal.theworkup.id/kabisa.

Platform ini menyediakan lebih dari 70 layer data spasial yang dapat diakses publik untuk melakukan analisis spasial, melihat peta tematik, dan memastikan kesesuaian tata ruang secara real-time.

“Melalui Kabisa, masyarakat dan pelaku usaha dapat melihat peta tematik, melakukan analisis spasial, dan memastikan kesesuaian tata ruang secara real-time. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan perencanaan pembangunan yang transparan dan partisipatif,” tutupnya.

0 Komentar