Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata tengah mendorong lima program besar, salah satunya pengembangan event kreatif yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Pasar Seni ITB, baginya, adalah contoh konkret dari diplomasi budaya sekaligus gelaran yang menyokong industri pariwisata.
“Saya yakin kegiatan ini juga menjadi bagian diplomasi budaya dan promosi pariwisata berbasis kreativitas. Melalui exposure yang luas pasar seni ITB dapat berkontribusi dapat memperkuat nation branding Indonesia dan memperluas people to people contact di tingkat global,” ujarnya.
Baca Juga:Honda Stylo 160 Antar Modifikator Indonesia ke Ajang Modifikasi Dunia Mooneyes, Jepangbank bjb Perkuat Sinergi dengan Pemkab Kuningan Lewat Pinjaman Daerah
Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, mengatakan bahwa Pasar Seni ITB bukan sekadar pameran karya, tapi ruang temu tanpa sekat di mana publik bisa langsung bersentuhan dengan seni.
“Mudah-mudahan seni sebagai bahasa universal tidak hanya menghibur, tapi juga menyadarkan, menggugah hati dan pikiran, menyemai kembali kemanusiaan di tengah hidup ikut zaman ini,” ujarnya.
Pasar Seni ITB kali ini, menampilkan lebih dari 100 karya dari puluhan seniman dipamerkan mulai dari lukisan, instalasi, hingga desain produk, kriya kontemporer, dan perhiasan, yang mencerminkan semangat inovasi dan keindahan khas Indonesia.
Aula Timur dan Barat menjadi ruang apresiasi utama untuk eksibisi bertajuk Adicitra Ganesha.
Salah satu kurator pameran Adicitra Ganesha Abdul Sobur, mengatakan bahwa antusiasme pengunjung begitu tinggi.
Ia memperkirakan jumlah pengunjung Pasar Seni ITB 2025 mencapai setengah juta orang.
“Dugaan kami hingga 500 ribu, bahkan tadi ada yang bilang sampai 600 ribu pengunjung yang datang ke Pasar Seni ITB ini. Aula Barat dan Timur menjadi titik paling padat lantaran di dua ruangan itu ditampilkan karya-karya pilihan dari para maestro seni rupa, kriya, dan desain,” katanya.
Baca Juga:Kolaborasi yang Berdaya, Pertumbuhan yang Nyata: 16 tahun ABMM dengan Semangat Sinergi Tanpa BatasViral di TikTok Aplikasi 'Amora' untuk Cek Sketsa Wajah Jodoh Kita, Begini Cara Ikut Trennya
Untuk menjaga agar tak terjadi penumpukan, panitia menerapkan sistem tiket masuk khusus di area tersebut.
Sehingga publik bisa tetap melihat karya dari para maestro tanpa harus berdesakan.
Ia berharap, pengunjung tak hanya datang untuk berswafoto, tapi juga benar-benar mengapresiasi karya yang memadukan sains, teknologi, dan seni.
“Harapan kita sih mereka bisa apresiasi dan melihat bagaimana teknologi, sains, dan seni berpadu jadi karya yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya.
