Kang Jahid mengaku, sudah melakukan klarifikasi terkait permasalahan ini dan hasil konfirmasi pihak Disdik Jabar membantah keras adanya pratik jual buku dengan judul Menyemai Karakter Linuhung itu.
Kang Jahid berpendapat, alasan yang disampaikan Disdik Jabar sangat tidak mendasar dan terkesan cuci tangan.
Meski penjualan buku tersebut tidak menjadi kewajiban, pada praktiknya jika ada arahan langsung seluruh kepala sekolah akan patuh dan taat untuk mebeli buku itu.
Baca Juga:Proyek Mangkrak Tak Bertuan! Bupati Bandung Tuding Itu Tugas Provinsi Tapi Pemprov Jabar Tepis TudinganSoroti Temuan BPK soal RSJ Jabar, Sekda Herman: Akan Kami Evaluasi!
‘’Memang pihak Disdik menegaskan jika ada pihak yang menjual mengatasnamakan Disdik katanya akan ada penindakan tegas,’’ ujarnya.
Disdik Jabar Berikan Bantahan
Bantahan yang disampaikan oleh pihak Disdik Jabar tersebut sangat tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Pada kenyataannya berdasarkan hasil investigasi buku tersebut sudah banyak dibeli oleh sekolah-sekolah dan diduga bisa terjadi melalui arahan dari Kepala Cabang Kedinasan (KCD).
‘’Jadi kalau sudah ada arahan, pasti kepala sekolah akan nurut, apalagi buku tersebut karangan dari Kadisdik sendiri,’’ Pungkas Kang Jahid.
Kadisdik Purwanto Bantah Lakukan Instruksi
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Purwanto membantah terkait instruksi pembelian buku Menyemai Karakter Linuhung ke sekolah-sekolah di Jabar.
Menurutnya, buku tersebut dibeli atas inisiatif sekolah sendiri dan merupakan buah karya pemikiran dari Purwanto.
Pihaknya membantah berikan instruksi khusus kepada sekolah-sekolah di Jabar untuk membeli buku yang tersedia secara online di marketplace itu.
“Tidak ada instruksi apapun, walau memang itu buku yang saya buat,” katanya, Rabu (08/10).
Baca Juga:Kabid Wasdal Ciptabintar Kota Bandung Lecehkan Profesi Jurnalis!Empat Langkah Kadisdik Jabar Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Baik
Lakukan Krocek ke SMA 1 Kota Bandung
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kota Bandung Tuti Kurniawati mengakui bahwa sekolahnya memang telah membeli buku tersebut.
“Kami sudah beli, itu sekitar 3 bulan lalu atas inisiatif pihak sekolah,” katanya, Kamis (09/10).
Tuti membantah jika pembelian buku tersebut atas instruksi dari Disdik Jabar. Tapi atas inisiatif pribadi.
Tuti enggan menjelaskan asal mula informasi keberadaan buku tersebut tahu dari mana. Namun yang jelas buku tersebut dibeli sebagai bahan bacaan untuk perpustakaan sekolah.
