Cimahi Jadi Contoh Nasional, Kolaborasi Nyata Pemkot dan KLHK Tangani Krisis Sampah

Pemerintah kota Cimahi saat aksi nyata Jum\'at bersih sampah
Pemerintah kota Cimahi saat aksi nyata Jum\'at bersih sampah (mong)
0 Komentar

Sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah terpadu, Pemkot Cimahi juga terus mengoptimalkan teknologi pengolahan.

Mesin pencacah sampah di berbagai TPS telah beroperasi secara maksimal, sementara mesin pengolah di TPST Santiong mampu mengubah hingga 50 ton sampah per hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

Selain itu, sistem pengelolaan berbasis ekonomi sirkular juga dikembangkan melalui Bank Sampah Induk Cimahi (Samici) dan bank sampah unit di tingkat RW, sekolah, serta perkantoran.

Baca Juga:Gattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih Timnas

Sementara itu, Farid Mohammad selaku Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3, Deputi PSLB3 KLHK, menjelaskan pemilihan Kota Cimahi sebagai salah satu lokasi utama kegiatan merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi dan inovasi daerah dalam menangani persoalan sampah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cimahi dan Bapak Wali Kota beserta jajarannya atas kesungguhan dalam Aksi Nyata Jumat Bersih Sampah. Cimahi dikenal sebagai kota dengan sistem pengelolaan lingkungan yang baik dan telah menerima berbagai penghargaan,” ujarnya.

Farid menambahkan bahwa kegiatan serupa juga digelar di Jakarta Timur, Tangerang, Magelang, Kabupaten Lamongan, dan Kota Bogor, di mana Menteri LHK turut hadir di beberapa lokasi.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan individu atau instansi tertentu.

“Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara personal. Harus ada kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Hanya dengan kerja bersama, kita bisa mewujudkan pengelolaan sampah yang bersih dan berkelanjutan,” jelasnya menutup. (Mong)

0 Komentar