Kasih Palestina Dukung Pemulihan Gaza lewat Penyaluran Bantuan Pangan di Momentum Hari Pangan Dunia

Kasih Palestina Dukung Pemulihan Gaza lewat Penyaluran Bantuan Pangan di Momentum Hari Pangan Dunia
Kasih Palestina Dukung Pemulihan Gaza lewat Penyaluran Bantuan Pangan di Momentum Hari Pangan Dunia
0 Komentar

“Pemulihan Gaza tidak bisa hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari bagaimana kita memastikan warganya bisa makan dengan layak setiap hari,” kata Nandang.

Melalui Kasih Pangan, lembaga ini akan memperluas operasi dapur umum, pabrik roti rakyat, dan distribusi bahan pangan siap saji di wilayah Gaza yang terdampak paling parah selama dua tahun terakhir.

Krisis Pangan Global Masih Mengancam

Menurut data OCHA (2024), sekitar 96% populasi Gaza mengalami kerawanan pangan akut, sementara UNICEF (2024) mencatat satu dari dua anak di Gaza menderita malnutrisi kronis.

Baca Juga:Haris Setiawan Kembali Pimpin Muaythai Kabupaten Bogor, Targetkan 5 Emas di Porprov 2026Mayat Pria yang Gegerkan Warga Cibinong, Diduga Konflik Cinta Remaja

Di kawasan pengungsian Palestina seperti Lebanon dan Yordania, 63% pengungsi hidup di bawah garis kemiskinan dan bergantung pada bantuan pangan (UNRWA, 2024).

Di Indonesia, 21,5% anak balita masih mengalami stunting, dan 7,5% penduduk hidup dalam kerawanan pangan (BPS & Kemenkes, 2023).

Kasih Palestina menyebut kondisi ini sebagai “dua wajah kelaparan dunia”: kelaparan karena perang di Gaza dan kelaparan karena ketimpangan di Indonesia.

Momentum Hari Pangan Dunia

Pemilihan Hari Pangan Dunia sebagai waktu peluncuran Kasih Pangan dinilai sebagai langkah strategis.

Menurut Nandang, momen ini memperkuat pesan bahwa kasih sejati dimulai dari sepiring makanan yang dibagikan dengan keikhlasan.

“Melalui Kasih Pangan, kami ingin mengirimkan pesan sederhana kepada dunia: kasih tidak mengenal batas negara. Dari dapur Indonesia hingga kamp Gaza, makanan adalah bahasa universal kemanusiaan,” ujarnya.

Tentang Kasih Palestina

Kasih Palestina merupakan lembaga sosial kemanusiaan asal Indonesia yang berfokus menyalurkan bantuan ke Palestina dan pelosok nusantara melalui empat bidang utama: Pangan, Kesehatan, Pendidikan, dan Pemberdayaan.

Baca Juga:Andri Gunawan Kecam Tayangan TV yang Diduga Lecehkan Pesantren dan Ulama: Ini Krisis KebudayaanPangkas Dana Transfer Daerah, Pakar Unpad Peringatkan Potensi Ketimpangan

Lembaga ini menjalankan setiap program dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan sosial, agar setiap bantuan benar-benar membawa perubahan bagi kehidupan penerima manfaat. (dam)

Laman:

1 2
0 Komentar