“Sebelum kejadian, kami sudah melakukan pembinaan bersama Puskesmas terkait pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tapi kalau bahan bakunya bermasalah, tentu itu di luar kontrol kami,” ujar Herman.
Ia menambahkan, di wilayah Parongpong dan sekitarnya terdapat sembilan SPPG yang ditugaskan memproduksi menu MBG, namun baru enam yang beroperasi.
Pihak kecamatan, kata dia, telah memberikan pembinaan mengenai higienitas dapur, pengolahan, hingga penyimpanan bahan baku.
Baca Juga:Tak Gentar Hadapi PSBS Biak, Adam Alis Ungkap Mental Skuad Persib Sedang Naik!Wes Brown Ungkap Kemungkinan Besar Ronaldo Jadi Arsitek Kebangkitan MU
“Kami selalu tekankan agar memperhatikan proses pengolahan, pengemasan, dan bahan baku. Ini jadi perhatian serius supaya kejadian seperti ini tidak berulang,” tandasnya. (Wit)
