Setelah 10 Tahun Tak Jadi Tuan Rumah, Akhirnya Final Trial Game Dirt 2025 Digelar di Bandung

Trail Game Dirt 2025
Dua crosser tengah bersaing di ajang Trail Game Dirt 2025 di Sirkuit Lapangan Tritan Poin, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/10/2025)
0 Komentar

“Untuk jumlah di Non-Seeded ada 10 starter, Campuran Open 12 starter dan FFA Open ada 19 starter. Khusus untuk FFA Master pendaftaran masih kita buka hingga besok, saat ini sudah ada 5 peserta,” ucapnya.

Menurut Abed, karena Trial Game Dirt merupakan ajang motocross tingkat nasional, maka balapan ini terbuka untuk semua crosser untuk mengikuti balapan ini. Sehingga, pembalap nasional yang pernah berlaga di luar negeri dan pernah juara diberbagai event motocross pun boleh ikut ambil bagian.

“Penentuan juara Trial Game Dirt dilakukan berdasarkan akumulasi poin dari tiap seri. Di mana setiap pembalap yang memiliki point tertinggi dalam setiap seri yang akan menjadi juara,” terangnya.

Baca Juga:Praktis Interaktif dan Menyenangkan!! Ini Rekomendasi Tempat Belajar Ngaji Online untuk AnakSukses Digelar, Supersoccer Euro Futsal Championship 2025 Lahirkan Juara Baru

“Juara umum dibagi dua kelas, Campuran Open dan FFA Open. Saat ini posisi teratas campuran Open, ada Zidan, Asep dan Lantian Juan. Sementara untuk FFA Open ada Zidan, Asep dan Ananda Rigi,” sambungnya.

Abed menyebutkan, sejauh ini selisih poin para pembalap sangat tipis yakni 10 poin di FFA Open dan 14 poin di Campuran Ope. ”Jadi persaingannya masih sangat terbuka bagi mereka untuk jadi juara,” sebutnya.

Untuk hadiah, Ajang ini juga memberikan puluhan juta bagi sang juara. “Juara pertama kelas Campuran Open akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp35 juta, sementara juara pertama FFA Open akan membawa pulang Rp45 juta,” katanya.

Selain balapan utama, panitia juga menyiapkan hiburan menarik bagi penonton, seperti atraksi BMX, freestyle supermoto dari komunitas Bandung, penampilan band lokal, hingga pesta kembang api saat penutupan dan penobatan juara umum.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung agar penonton bisa menikmati seluruh rangkaian acara sampai akhir,” tutur Abed.

Sementara itu, crosser asal Bandung, Fariq Raditya Putra berharap ajang motocross seperti Trail Game Dirt sering diadakan di Bandung. Pasalnya, bermain di Bandung menjadi keuntungan tersendiri.

“Kalau jadi tuan rumah kan pasti ada suporter, ada gimana gitu. Iya. Kalau semangat beda. saya sih lebih semangat ya karena mungkin suporternya dari sini paling banyak,” katanya.

0 Komentar