Ia menambahkan, di era yang penuh ketidakpastian, pemimpin bisnis dituntut tidak hanya cerdas secara strategi, tetapi juga tanggap terhadap aspek emosional dalam timnya.
“Kita tidak bisa lagi memimpin hanya dengan target dan angka. Sekarang yang dibutuhkan adalah kepekaan dan keseimbangan antara hasil dan kemanusiaan,” ujarnya.
Menutup refleksinya di Hari Kesehatan Mental Sedunia, sang CEO menyampaikan pesan sederhana namun bermakna:
Baca Juga:Lewat 'Jabar Cerdas', 102 Mahasiswa Berprestasi dapat Beasiswa dari BAZNAS Update Kecelakaan Maut Cijambe Subang: 3 Orang Tewas dan 5 Luka-luka , Lalu Lintas Macet Hingga 5 Kilometer
“Kita semua sedang berjuang dengan sesuatu yang mungkin tidak terlihat. Karena itu, sedikit kebaikan, sapaan, atau waktu untuk mendengarkan orang lain bisa menyelamatkan hari seseorang. Mulai dari situ, kita bisa membangun masyarakat yang lebih sehat secara mental.” pungkasnya (Dam)
