Tantangan Berat Cimahi di tengah Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kasus Kekerasan Seksual di Cimahi Meningkat, Mayoritas Korban Berasal dari Keluarga Ekonomi Lemah
Ilustrasi seorang perempuan yang alami kekerasan seksual. (Dok. Freepik)
0 Komentar

Ia menegaskan, edukasi lintas sektor menjadi kunci. DP3AP2KB mendorong kolaborasi lintas instansi agar edukasi mengenai pencegahan kekerasan bisa menjangkau sekolah-sekolah.

“Nanti kita bisa turun bersama ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang cara menghindari kekerasan, sekaligus membangun kesadaran agar mereka tidak melakukan kekerasan, baik di sekolah maupun di luar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Neneng menyoroti pentingnya penguatan karakter dan nilai religius dalam keluarga serta lingkungan sosial.

Baca Juga:Pedagang Pasar Atas Cimahi Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis Polres CimahiAntisipasi Sesar Lembang, BPBD Cimahi Tingkatkan Status Siaga dan Siapkan EWS Baru

“Kalau anak, orang tua, dan semua unsur masyarakat sudah dibentengi dengan pemahaman yang baik, pola asuh yang tepat, serta sisi religius yang kuat, maka risiko kekerasan bisa ditekan. Ini tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa edukasi dan penyuluhan tidak boleh hanya berhenti di forum formal.

Menurutnya, kegiatan informal seperti pengajian, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga media publik lokal bisa menjadi saluran efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kekerasan.

“Jadi bukan hanya lewat seminar atau pelatihan formal saja, tapi juga lewat ruang-ruang publik yang dekat dengan masyarakat,” katanya menutup pembicaraan. (Mong)

0 Komentar