“Jadi agak terganggu juga sama baunya dan becek gitu sampe saya nutup hidung juga setiap lewat sini,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang pedagang buah, Yana (30) juga menyampaikan keluhan. “Sampahnya tetap menumpuk, pengangkutannya lambat, bahkan ada yang bilang TPS baru ini malah memperburuk keadaan. Alih-alih mengurangi sampah, sampah malah semakin banyak dan bau,” ucapnya.
Menurutnya pengelolaan sampah pun tampak tidak bekerja beberapa pekan ini. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kembali penumpukan di sekitar pasar.
Baca Juga:Sampah Pasar Caringin Capai 40 Ton per Hari, Pengelola Siapkan BioteknologiSoal Masalah Sampah Pasar Caringin, Pemkot Bandung Masih Tunggu Kesepakatan
Dia pun mengharapkan, perlu ada kerja sama antara pengelola pasar, pemerintah, dan pihak terkait untuk mengolah sampah. Terlebih setiap pedagang membayar sekira kurang lebih Rp300 ribu per bulan untuk biaya sampah dan keamanan. “Tak ada koordinasi, tak ada upaya nyata untuk memperbaiki keadaan ini,” pungkasnya.
