Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis untuk menjalani proses identifikasi. Melalui pemeriksaan visual dan pengakuan dari keluarga, jasad tersebut dipastikan adalah A, pria yang dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, terungkap potret kehidupan korban yang penuh beban. Korban disebutkan kerap mengeluhkan kondisi perekonomiannya yang sulit dan tertekan. Kondisi finansial yang serba sulit ini diduga kuat telah memberikan tekanan mental yang berat pada diri korban.
Sebelum insiden nahas ini terjadi, seorang ustaz di lingkungan tempat tinggalnya bahkan sempat berniat mengajak korban untuk menghadiri pengajian, dengan harapan dapat meringankan beban pikirannya. Sayangnya, niat baik itu belum sempat terwujud.
Baca Juga:Lewat School of Syariah, Baznas Ciamis dan OJK Sinergi Wujudkan Kabupaten ZakatTuntaskan Proses Resign Karyawan, RSOP Ciamis Tegaskan Tidak Ada Penahanan Ijazah
“Dari hasil pemeriksaan eksternal atau luar pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Beberapa luka lecet yang terlihat diduga kuat merupakan akibat dari benturan dengan benda di sungai atau karena tubuh korban sudah terlalu lama terendam air. Keluarga juga telah menyampaikan penolakan untuk dilakukan tindakan autopsi lebih lanjut. Mereka telah menyatakan ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah,” jelas AKP Carsono lebih lanjut.
Terkait sepeda motor yang menjadi petunjuk awal, polisi menyatakan bahwa kendaraan Honda Beat tersebut bukan merupakan milik pribadi korban. Motor itu adalah kendaraan inventaris yang diberikan oleh tempat korban bekerja, yaitu sebuah toko kue yang berlokasi di wilayah Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. (CEP)
