Lewat Film Dokumenter Reaktualisasi Usik Sanyiru Padanan, UNIBI Siap Wujudkan Kampung Penca Pertama di Jabar  

Sejumlah anggota pencak silat perguruan Panglipur Pamager Sari saat foto bersama mahasiswa dan dosen FKD UNIBI
Sejumlah anggota pencak silat perguruan Panglipur Pamager Sari saat foto bersama mahasiswa dan dosen FKD UNIBI, dalam kegiatan PKM film dokumenter pelestarian warisan budaya lokal dengan digitalisasi. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), telah rampung membuat film dokumenter dalam upaya melestarikan warisan budaya lokal Usik Sanyiru Padanan.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, warisan budaya lokal Usik Sanyiru Padanan merupakan jurus khas dari tradisi pencak silat perguruan Panglipur Pamager Sari, yang keberadaannya begitu erat dengan sejarah, khususnya dengan tanah Sunda di wilayah Jawa Barat.

Pengenalan sekaligus pelestarian warisan budaya lokal itu, dilakukan sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), oleh Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) UNIBI di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:Stasiun Bojonegara, Infrastruktur Kunci PGN untuk Distribusi Gas di Jawa BaratBukan Keracunan Lagi! 36 Siswa Cipongkor Ternyata Kena Psikosomatik Gegara Trauma MBG

Ketua Tim PKM FKD UNIBI, Nugraha Sugiarta mengatakan, kegiatan ini bertema Reaktualisasi Usik Sanyiru Padanan Melalui Visualisasi Budaya: Mewujudkan Kampung Penca Pertama di Jawa Barat Sebagai Destinasi Budaya.

Dia juga menyampaikan, pengabdian ini merupakan kolaborasi antara dua program studi, yaitu Prodi Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Pengabdian yang dilakukan merupakan bagian dari proses produksi film dokumenter budaya, dengan durasi 15 hingga 30 menit. Bertujuan merekam sejarah, nilai filosofis, serta praktik jurus Usik Sanyiru Padanan secara utuh,” katanya kepada Jabar Ekspres, Selasa (30/9).

Diketahui, Nugraha juga merupakan penulis buku “Menyigi Komunikasi Usik Sanyiru Padanan (Refleksi Spiritualitas dalam Kajian Filosofis Kesundaan)”, yang mengkaji secara mendalam sisi spiritual dan komunikasi budaya dari jurus tersebut.

“PKM yang dilakukan berangkat dari jurnal ilmiah, mengenai filosofis gerakan pencak silat Panglipur. Lebih difokuskan pada gerakan Sistem Pertahanan Usik Sanyiru Padanan. Karena ini merupakan gerakan yang hampir punah juga,” ucapnya.

Menurut Nugraha, gerakan bela diri pencak silat Panglipur sejak awal dibentuk hingga sekarang, sudah banyak diterapkan oleh berbagai perguruan.

Akan tetapi, walaupun berbagai perguruan banyak yang memakai gerakan pencak silat Panglipur, namun khusus untuk Sistem Pertahanan Usik Sanyiru Padanan beserta filosofisnya, saat ini hanya tinggal satu orang yang menerapkan.

Baca Juga:Dukung Program 3 Juta Rumah, BSI Ikuti Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Dihadiri Presiden PrabowoJETOUR Tambah Showroom di Bandung, Targetkan 30 Cabang Nasional Akhir Tahun Ini

“PKM ini juga bertujuan untuk mengenalkan filosofis dari gerakan pencak silat Panglipur yang hampir punah. Pada pelaksanaan PKM ini, gerakan-gerakan Sistem Pertahanan Usik Sanyiru Padanan, selain dituangkan dalam bentuk jurnal juga didokumentasikan untuk visualisasinya,” jelas Nugraha.

0 Komentar