“Sementara ini baru 20 penerima yang semuanya merupakan warga Desa Balokang. Ke depan program yang sama akan menyasar masyarakat dari desa dan kelurahan lain yang ada di Kecamatan Banjar ini,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen dan transparansi, serta untuk mendorong replikasi program di tingkat yang lebih luas, inisiatif ini telah dilaporkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Banjar. Egi berharap laporan tersebut dapat menjadi model yang menginspirasi kecamatan-kecamatan lain.
“Program ini pertama di Kecamatan Banjar, mudah-mudahan meluas dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat khususnya yang masuk ke dalam program pencegahan stunting,” kata Egi.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Dorong Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Bukan Keracunan Lagi! 36 Siswa Cipongkor Ternyata Kena Psikosomatik Gegara Trauma MBG
Program Camat Banjar ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Dengan pendekatan yang langsung menyentuh level rumah tangga dan melibatkan peran aktif filantropi lokal, diharapkan dapat menjadi terobosan signifikan dalam percepatan penurunan prevalensi stunting, menuju generasi Banjar yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari kekerdilan. (CEP)
