SMK 1 Cihampelas KBB Desak Pemerintah Evaluasi Program MBG

SMK 1 Cihampelas KBB Desak Pemerintah Evaluasi Program MBG
Ilustrasi: Siswa dan siswi di Bandung Barat keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – SMK 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 121 siswanya mengalami keracunan massal pada Rabu (24/9/2025).

Kepala SMK 1 Cihampelas, Sudirman, menyebut evaluasi perlu mencakup pengawasan dapur penyedia, pemilihan bahan baku, hingga higienitas proses pengolahan.

“Sekolah hanya menyediakan tempat, sementara distribusi makanan langsung dikelola dapur MBG,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Baca Juga:Keracunan MBG di SMPN 4 Pamarican Ciamis, Bupati Herdiat Belum Tetapkan KLBDiduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Terkapar

Diketahui, insiden keracunan menimpa 121 siswa dengan gejala mual, pusing, muntah, hingga sesak napas. Dari jumlah tersebut, lima siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang dan diminta beristirahat.

Pasca kejadian, sekolah memutuskan menghentikan sementara distribusi dari dapur MBG Mekarmukti, Cihampelas, selama 10 hari ke depan.

“Untuk sementara, siswa diminta membawa bekal sendiri atau sarapan terlebih dahulu di rumah sebelum berangkat ke sekolah,” katanya.

Sudirman menjelaskan, pada hari insiden, dapur MBG menyalurkan 300 paket makanan pertama untuk siswa kelas XII. Menu terdiri dari telur, lotek, kentang, dan pisang. Tidak lama setelah menyantap makanan, puluhan siswa mengalami gejala keracunan.

“Begitu makanan dibagikan, tak lama siswa langsung muntah-muntah. Padahal baru 300 paket pertama yang diberikan dari total 1.400 paket,” jelas Sudirman.

Menurutnya, program MBG di sekolah baru berjalan tiga minggu. Distribusi makanan dilakukan dua kali sehari, dengan pengiriman pertama pukul 09.00 WIB sebanyak 300 paket dan dilanjutkan pengiriman kedua hingga 1.400 paket.

Dengan adanya insiden tersebut, pihaknya menilai program MBG ini perlu pembenahan mendasar.

Baca Juga:15 Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Masih Dirawat di Rumah SakitSoal Sampah Dapur MBG, Pemkab Bogor: hanya Bisa Intervensi!

“Kami tidak menolak programnya, karena ini membantu siswa. Tapi keselamatan dan kesehatan mereka jauh lebih penting. Jangan sampai terulang lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Grizaarfah, salah satu siswa yang menjadi korban, mengaku trauma. Ia memilih membawa bekal sendiri dari rumah karena khawatir kejadian serupa terulang kembali.

“Takut sih keracunan lagi. Jadi sekarang bawa bekal sendiri. Kalau mau lanjut, dapur MBG harus lebih bersih dan higienis. Soalnya kemarin saya sempat menemukan ulat di makanan,” ungkap Grizaarfah. (Wit)

0 Komentar