JABAR EKSPRES – Penjahit Indonesia Raya (PIR) bersama Pemerintah Desa Lulut menggelar pelatihan menjahit untuk pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan yang diikuti oleh dominasi ibu rumah tangga itu berlangsung selama 15 hari kedepan, nantinya mereka akan mengasilkan produk sendiri.
Ketua Umum PIR, Aries Sunan mengatakan, ada sebanyak 16 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.
Baca Juga:Hidup Bersama Ibu ODGJ dan Nenek Renta, Dua Bersaudara di Bogor Tetap Sekolah Bergantian dengan Satu Seragam Anggarkan Rp957 Juta, Pemkab Bogor Siapkan Penataan Estetika Kota Cibinong!
Ia menuturkan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu menjahit kepada masyarakat Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Tak hanya memberikan latihan menjahit, PIR juga mengajarkan mereka untuk menjual hasil produknya di platfrom digital.
“Kita ajarkan kaitan dengan kaitan dengan Penjualan online, ada juga jaringan Garmen untuk penempatan kerja,” katanya.
Pelatihan ini menekankan para warga agar dapat membuat produk seperti celemek, sarung bantal, tas, dan kebutuhan rumah tangga yang lainnya.
Aries Sunan menegaskan, pelatihan menjahit ini tak berhenti di Desa Lulut semata, mereka menargetkan pelatihan tersebut di seluruh desa Kabupaten Bogor.
“Kami ingin membangkitan UMKM dan pemberdayaan masyarakat di desa, biar meraka punya produk sendiri,” ucapnya.
PIR berharap pemerintah pusat memberikan bantuan berupa mesin jahit, sebab setiap pelatihan di desa, mereka kekurangan mesin jait.
Baca Juga:Hujan Deras Disertai Angin, Belasan Pohon Tumbang dan Rumah Rusak di Bogor Bappenda Kabupaten Bogor Tancap Gas Genjot PAD, Target Siap Dilampaui!
“Kami berharap pemerintah pusat lebih memperhatikan kegiatan organisasi, kami butuh sekali mesin jait sekitar 100 sehingga pelatihan engga dibikin 2 kelompok,” pungkasnya.
