Indonesia-Turki Perkuat Sinergi Industri Strategis, Peluang Investasi Makin Terbuka

Indonesia-Turki Perkuat Sinergi Industri Strategis, Peluang Investasi Makin Terbuka
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir (kanan) di Istanbul, Turki. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki memasuki babak baru dengan penekanan pada kerja sama industri strategis yang diyakini dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi kedua negara.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang akan menjadi panduan penguatan kemitraan industri, khususnya di sektor-sektor bernilai tinggi dan berorientasi masa depan.

“Indonesia akan segera menyusun roadmap kerja sama industri Indonesia Turki sebagai panduan strategis untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang di berbagai sektor,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Antara, Senin (22/9).

Baca Juga:Arkaino Reizo Antar SMAN 9 Bandung Melaju ke Fantastic Four DBL Bandung 2025Berikut TOP 10 Azarine DBL Dance Competition 2025 West Java-East

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral Menperin dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir, yang berlangsung dalam ajang Teknofest ke-12 di Istanbul pada 20 September lalu.

Pertemuan tersebut menggarisbawahi keseriusan kedua negara dalam memanfaatkan momentum strategis untuk memperluas cakupan investasi lintas sektor.

Kerja sama ini bukan sekadar wacana. Dalam dua tahun terakhir, interaksi intensif antar kedua negara telah membuahkan ketertarikan dari sejumlah perusahaan besar asal Turki. Beberapa di antaranya bahkan telah memulai realisasi investasinya di Indonesia.

Sanko Holding telah menginisiasi proyek budi daya tuna di Biak, Papua. Pemerintah berharap ekspansi Sanko berlanjut ke sektor hilirisasi seperti pengolahan hasil laut, galangan kapal, dan energi terbarukan berbasis PLTA.

Kordsa, yang telah beroperasi di Bogor, tengah memperkuat riset material komposit berteknologi tinggi. Fasilitas R&D yang didirikan pada 2023 akan difokuskan untuk produksi ekspor, termasuk airbag dan penguat struktur bangunan.

Arcelik, produsen alat rumah tangga terbesar kedua di dunia, telah menjadikan Indonesia sebagai lokasi produksi mesin cuci dan bersiap memperluas ke produk kulkas dan AC. Indonesia ditargetkan menjadi basis produksi regional, setara dengan fasilitas Arcelik di Thailand.

Dukungan pemerintah terhadap kerja sama ini juga diperkuat lewat forum diplomatik tingkat tinggi. Dalam pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) yang akan digelar Februari 2025, kedua kepala negara dijadwalkan menandatangani Joint Statement sebagai simbol 75 tahun hubungan diplomatik.

Baca Juga:Putri SMAN 2 Bandung Cetak Sejarah, Jadi Pendatang Baru Fantastic Four DBL Bandung 2025SMA Trinitas Raih Tiket Fantastic Four di DBL Bandung 2025

Hasil konkret dari HLSC termasuk pembentukan Joint Committee for Industrial Cooperation, yang mencakup 14 sektor strategis seperti kendaraan listrik, baterai, tekstil, dan industri halal.

0 Komentar