Kerja sama ini juga mencakup pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia industri.
Pertemuan tersebut menghasilkan 12 nota kesepahaman di berbagai sektor, termasuk industri pertahanan, energi, kesehatan, pendidikan tinggi, perdagangan, hingga perindustrian. Khusus di bidang industri, kedua negara telah menyepakati pembentukan Joint Committee for Industrial Cooperation yang mencakup 14 sektor strategis, mulai dari teknologi baterai, kendaraan listrik, tekstil, hingga industri halal.
“Selain itu, terdapat 10 kesepakatan antarperusahaan, seperti kerja sama antara Pertamina Hulu Energi dan TPAO di sektor migas, kerja sama PT PAL Indonesia dengan TAIS Shipyard untuk pembangunan frigat kelas Istanbul, hingga joint venture antara perusahaan Indonesia dengan Baykar dan Roketsan untuk pendirian fasilitas produksi drone tempur,” kata dia.
Baca Juga:Arkaino Reizo Antar SMAN 9 Bandung Melaju ke Fantastic Four DBL Bandung 2025Berikut TOP 10 Azarine DBL Dance Competition 2025 West Java-East
Menperin Agus juga telah menyepakati penyelenggaraan pertemuan perdana Joint Committee Meeting pada Juni 2025 bersama Dubes Turki untuk Indonesia.
Pertemuan ini akan menjadi ajang penyusunan deliverables awal, seperti pengembangan SDM industri, pembangunan techno park, dan kerja sama produksi baterai serta kendaraan listrik.
Sementara itu, sektor swasta juga menunjukkan langkah progresif. Perusahaan tekstil Indonesia seperti Asia Pacific Rayon telah menandatangani kontrak ekspor serat viscose senilai jutaan dolar dengan mitra Turki.
