Musim Kemarau di Kabupaten Bandung Lebih Basah dari Biasanya, Waspadai Hujan Lokal

Warga berjalan menggunakan payung saat cuaca terik di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Warga berjalan menggunakan payung saat cuaca terik di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa saat ini sebagian wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, musim kemarau yang memasuki sebagian wilayah Jawa Barat itu, dengan sifat musim pada umumnya atas normal atau musim kemarau yang lebih basah dibandingkan klimatogisnya.

“Musim kemarau tahun ini diprediksi diselingi dengan hujan intensitas ringan hingga lebat pada skala lokal,” katanya, Jumat (5/9).

Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rahayu atau akab disapa Ayu menerangkan, pada musim kemarau tahun ini, jika cuaca cerah maka udara cenderung dingin dan berangin.

Pihaknya memprakirakan, kondisi cuaca di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan, pada umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang, terutama di Jawa Barat bagian barat dan selatan.

“Suhu udara 17 sampai 33 derajat selsius, kelembapan udara di 55 hingga 95 persen, untuk angin Tenggara (berhembus) 5 sampai 30 kilometer per jam,” terangnya.

Dijelaskan Ayu, untuk 6 September 2025, cuaca di Kabupaten Bandung dan sekitar pada umumnya cerah berawan, berpotensi hujan ringan pada malam hari.

“Suhu berkisar antara 20 sampai 29 derajat selsius, kelembapan berkisar antara 50 hingga 90 persen. Angin pada umumnya Tenggara dengan perkiraan kecepatan antara 5 sampai 17 kilometer per jam,” jelasnya.

Mengingat dinamika iklim dan cuaca yang berubah-ubah, BMKG Stasiun Geofisika Bandung mengimbau masyarakat supaya tetap menjaga kondisi tubuh.

“Tetap waspada terhadap potensi hujan ringan hingga sedang dalam durasi singkat dan skala lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang, antara siang, sore atau malam hari,” beber Ayu.

Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri 

Meski telah memasuki musim kemarau, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung itu juga mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir dan tanah longsor.

“Bagi yang sedang beraktifitas di luar ruangan apabila terjadi cuaca buruk diharapkan untuk berlindung ditempat yang aman,” imbuh Ayu.

“Masyarakat diimbau menjaga kesehatan ditengah cuaca yang sangat dinamis, pagi hari yang dingin, siang hari yang panas dan malam hari yang berpotensi hujan,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar