Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa di DPRD Cimahi, Ngatiyana: Kami Sampaikan, Keputusan Tetap Dipusat

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Menandatangani Berita Acara Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Kota Cimahi di Gedun
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Menandatangani Berita Acara Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Kota Cimahi di Gedung DPRD (monk)
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa Kota Cimahi di depan Gedung DPRD Kota Cimahi pada Senin (2/9/25) berlangsung kondusif tanpa adanya tindakan anarkis.

Selama hampir dua jam, mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka dengan damai, meski sempat membakar ban sebagai simbol tuntutan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu berakhir tertib setelah para mahasiswa berdialog langsung dengan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir, termasuk Kapolres Cimahi, Dandim, Ketua DPRD, hingga Kajari Kota Cimahi.

Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri 

“Alhamdulillah kondusif, aman. Aspirasi ini bisa berkomunikasi dua arah sehingga berjalan seperti hubungan antara orang tua dan anak. Inilah salah satunya yang kita jalankan,” ujar Ngatiyana usai menemui massa aksi.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan strategis. Salah satunya mendesak DPRD Kota Cimahi agar menindaklanjuti dugaan pelanggaran oleh anggota legislatif dengan mendorong pemberhentian agar tidak kembali menjabat.

Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya penegakan Undang-Undang Perampasan Aset. Mereka meminta agar aset para pelaku korupsi benar-benar disita sebagai bentuk efek jera.

Ngatiyana menegaskan bahwa pihaknya bersama DPRD hanya berperan sebagai penyalur aspirasi ke pemerintah pusat.

“Kita hanya sekedar menyampaikan, melanjutkan permintaan dari para mahasiswa. Keputusan tetap ada di pusat. Kalau 1×24 jam ini tinggal di-share saja, dikirim ke sana,” terangnya.

Selain menanggapi tuntutan mahasiswa, Ngatiyana juga menyinggung arah kebijakan Pemerintah Kota Cimahi ke depan.

Ia menyampaikan bahwa dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2025, Pemkot Cimahi dapat melakukan efisiensi anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:Konser “Peterpan: The Journey Continues” di Bandung Ditunda, Budi Aloka: Demi Keselamatan dan Kenyamanan SemuaBandung Bersatu dalam Musik: The Journey Continues Peterpan by Aloka Tetap Berjalan dengan Aman dan Humanis

Beberapa program prioritas yang telah berjalan, kata Ngatiyana, meliputi pembangunan sekolah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta upaya pengurangan pengangguran.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pemerintahan Kota Cimahi. Kami berharap dialog yang konstruktif seperti ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ngatiyana menutup pernyataannya dengan mengajak mahasiswa untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap Kota Cimahi dapat menjadi kota yang harmonis dan sejahtera. Untuk itu, mahasiswa harus terus menyampaikan aspirasi dan saran yang konstruktif demi kemajuan Kota Cimahi,” pungkasnya.

0 Komentar