Pemerintah diharapkan terus meningkatkan sinergi dan harmonisasi belanja pusat-daerah melalui penggunaan dan pemanfaatan transfer ke daerah yang lebih terarah, terukur dan lebih akuntabel, serta diharapkan mencapai transparansi yang semakin lama semakin baik.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kepala Bappenas menekankan bahwa belanja pusat dan transfer ke daerah harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Tujuannya jelas, menciptakan pemerataan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.
Baca Juga:Fitur Live TikTok Ditutup, Kemendag: Tak Ganggu Perdagangan Digital!Anak Muda Dominasi Pasar Modal, Investor RI Tembus 18 Juta!
Dalam hal ini, transfer ke daerah diarahkan untuk mendorong belanja daerah yang efektif dan efisien serta selaras dengan program prioritas nasional.
Kepala Bappenas menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pusat-daerah sebagai prasyarat untuk mengakselerasi pencapaian sasaran pembangunan dan memastikan program-program prioritas dapat berjalan dengan efektif dan akuntabel.
Hal ini pun tidak hanya dilakukan melalui penguatan fondasi keuangan daerah serta sinergi pendanaan antara APBN, APBD, dan sumber-sumber lainnya.
Namun, juga melalui keselarasan dokumen perencanaan penganggaran pusat-daerah serta peningkatan kapasitas kelembagaan untuk memperbaiki kualitas perencanaan, pengalokasian dan pemanfaatan belanja negara.
