JABAR EKSPRES – Nada dan musik bukan sekadar hiburan, tapi jadi sarana untuk menyatukan suara hati.
Itulah semangat yang ditularkan Komunitas Independen Bandung Bernyanyi, komunitas yang kerap mengajak masyarakat untuk bernyanyi bersama.
Komunitas tersebut sering menggelar aksi bernyanyi bersama, dengan kegiatan bertajuk Bandung Bernyanyi yang kini telah masuk ke volume ke-3.
Baca Juga:Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Lingkungan Sehat dan Pencegahan Penyakit di Desa Dukuh BandungJoey Pelupessy Batal Gabung Persib Bandung Musim Ini, Jadinya Bakal Musim Depan?
Bahkan, di kegiatan tersebut masyarakat yang hadir tidak hanya jadi penonton namun ikut bernyanyi juga. Itulah yang membedakan kegiatan tersebut dengan konser.
“Semua bisa bernyanyi, semua bisa bersuara. Inilah yang membuat setiap pertemuan menjadi bermakna,” ujar Mehmet Akmal, perwakilan komunitas Bandung Bernyanyi di Bandung, Rabu (3/9)
Akmal melanjutkan, komunitas itu bisa jadi wadah masyarakat. “Di Bandung Bernyanyi, tidak ada sekat antara penonton dan penyanyi, ” katanya.
Di tengah alunan nada yang dinyanyikan, kesempatan itu juga menitipkan doa untuk Indonesia. Harapannya agar kebaikan selalu menyertai. “Suara rakyat didengar, dan perjuangan tak terbuang oleh waktu, ” terangnya.
Akmal menuturkan, kegiatan itu bukan hanya pertunjukan musik, melainkan perayaan kebersamaan. Dalam kesempatan itu setiap orang diajak melebur dalam harmoni dan mendoakan negeri agar tetap kuat dan adil bagi semua.
Dengan moto “No judge, no pressure, it’s fun”, komunitas ini membuka ruang bagi siapa saja untuk bergabung tanpa batasan. Harapan besar komunitas itu adalah musik dapat menjadi medium perubahan, doa, sekaligus pengingat bahwa suara kebersamaan selalu lebih lantang daripada suara individual.(son)
