Desak Hal Ini, Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Cimahi!

Aksi Bakar Ban saat Unjuk Rasa Mahasiswa Cimahi di depan gedung DPRD (mong
Aksi Bakar Ban saat Unjuk Rasa Mahasiswa Cimahi di depan gedung DPRD (mong
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kota Cimahi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cimahi, Selasa (2/9/2025).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kenaikan tunjangan DPR sekaligus menyoroti problem serius di daerah, termasuk tingginya angka pengangguran di Cimahi yang tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Barat.

Massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Cimahi memulai pergerakan mereka dari titik kumpul di Taman Segitiga, Cimahi Mall, sebelum menuju gedung dewan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri 

Ketua Cabang PMII Kota Cimahi, Rizky Aliansyah, menjelaskan jumlah massa yang hadir berkisar 65 hingga 100 orang.

Ia menegaskan, tuntutan mereka tidak berbeda jauh dengan aksi mahasiswa di berbagai daerah lain di Indonesia, yaitu pencabutan tunjangan DPR serta kritik terhadap sikap para wakil rakyat yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi publik.

“Dewan itu representasi rakyat, tetapi komunikasi dengan publiknya tidak mencerminkan mereka adalah wakil rakyat,” tegas Rizky saat ditemui di depan gedung DPRD Cimahi.

Selain itu, Rizky juga menyinggung persoalan nasional terkait meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang diduga terlindas mobil Brimob. Ia menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius Polri.

Di tingkat lokal, mahasiswa menyoroti kepemimpinan pasangan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia. Menurut Rizky, hingga kini kebijakan keduanya belum terdengar signifikan di publik.

“Belum setahun menjabat, mereka seperti tidak terdengar di publik Kota Cimahi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Cabang GMNI Cimahi, Akhip, menegaskan aksi yang mereka lakukan murni hasil kajian mahasiswa dan dilakukan sesuai prosedur, bukan karena provokasi pihak luar.

Baca Juga:Konser “Peterpan: The Journey Continues” di Bandung Ditunda, Budi Aloka: Demi Keselamatan dan Kenyamanan SemuaBandung Bersatu dalam Musik: The Journey Continues Peterpan by Aloka Tetap Berjalan dengan Aman dan Humanis

“Bisa dilihat, kami hanya menyampaikan aspirasi. Yang mengecoh biasanya orang yang bukan dari barisan kami,” jelas Akhip.

Ia menambahkan, mahasiswa menuntut pertemuan langsung dengan Ketua DPRD Kota Cimahi serta para pimpinan fraksi.

Bahkan, Kapolres Cimahi diminta hadir untuk menandatangani tuntutan mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban kepolisian kepada publik.

0 Komentar