JABAR EKSPRES – Sebanyak 147 terduga pelaku anarkis berhasil diamankan oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, pasca kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar pada 29–30 Agustus 2025.
“Secara total yang sudah kita amankan dan periksa berjumlah 147 orang. Dari jumlah tersebut, 110 orang merupakan dewasa dan 37 lainnya adalah remaja,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra, pada Senin (1/9).
Menurut Hendra, penangkapan dilakukan karena para terduga diduga kuat melakukan tindakan perusakan saat aksi demonstrasi berlangsung.
Baca Juga:Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri Konser “Peterpan: The Journey Continues” di Bandung Ditunda, Budi Aloka: Demi Keselamatan dan Kenyamanan Semua
Dari 147 orang yang diamankan, sebanyak 23 orang telah dipulangkan ke keluarganya. “Ada yang dijemput langsung oleh orang tuanya, ada juga oleh saudaranya. Sebagian lagi dihubungi lewat telepon karena pihak keluarga belum datang,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, selama dalam masa penahanan, para terduga – khususnya yang masih berusia remaja – mendapat pembinaan dari pihak Polda Jabar. Selain itu, mereka juga diberikan perawatan kesehatan serta makanan selama diamankan.
“Justru di sini kita memberikan pembinaan. Kita tidak sia-siakan kesempatan ini untuk memberi amalan yang bermanfaat bagi mereka. Harapannya, mereka tidak akan kembali terlibat dalam aksi-aksi anarkis di masa depan,” tegas Hendra.
Sementara itu, untuk sisanya, yakni sekitar 124 orang, masih dalam proses pendataan dan pembinaan sebelum nantinya akan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Yang masih diamankan ini merupakan hasil pengamanan dari tanggal 30 dan 31 Agustus. Ada dua gelombang pengiriman dari lapangan, yaitu 21 orang, 62 orang, dan berikutnya 9 orang. Saat ini kami masih terus lakukan pendataan dan pembinaan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, ribuan massa aksi yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Jabar. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa yang terjadi di Jakarta.
Menurut Hedi (50), salah satu perwakilan pengemudi ojol, aksi tersebut merupakan bentuk persatuan dan solidaritas antara ojol dan mahasiswa. “Jadi aksi kali ini ojol bersatu, bersuara bersama teman-teman mahasiswa,” ungkap Hedi saat ditemui di lokasi aksi pada Jumat (29/8) lalu.
