Giliran Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR!

Giliran Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR!
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai anggota legislatif dari Fraksi Golkar/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai anggota legislatif dari Fraksi Golkar.

Keputusan ini diumumkan di tengah memanasnya dinamika sosial-politik usai serangkaian aksi protes dan insiden tragis yang mengguncang publik.

Surat penonaktifan tersebut diteken langsung oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada Sabtu, 31 Agustus 2025, di Jakarta. Keputusan berlaku mulai 1 September 2025, sehari setelah surat diumumkan ke publik.

Baca Juga:Disdik Bogor Imbau Sekolah dan Orang Tua Waspadai Ajakan Demo PelajarBersih-Bersih di DPR, Prabowo Umumkan Pemangkasan Tunjangan dan Moratorium Kunjungan ke Luar Negeri

“Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menonaktifkan Saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar,” ujar Sarmuji dalam pernyataan video yang dirilis pada Minggu (31/8).

Menurut Sarmuji, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab partai terhadap dinamika yang terjadi di masyarakat. Golkar, katanya, tidak bisa menutup mata terhadap gelombang kritik dan keresahan publik belakangan ini, terutama pasca tragedi yang merenggut nyawa warga sipil.

“Aspirasi rakyat adalah dasar perjuangan Partai Golkar. Kami berdiri di atas semangat kerakyatan yang bersumber pada cita-cita konstitusi,” ungkap Sarmuji, sembari menambahkan bahwa partai juga menyampaikan duka atas peristiwa-peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban di tengah demonstrasi.

Salah satu peristiwa yang menjadi latar keputusan ini adalah tragedi pada 28 Agustus 2025, di mana seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia. Ia dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polri saat terjadi bentrokan antara demonstran dan polisi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Bentrok ini merupakan lanjutan dari aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Ribuan massa turun ke jalan menolak kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Aksi berujung ricuh setelah aparat memukul mundur massa yang berkumpul di sekitar kompleks parlemen.

Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyebutkan bahwa ada tujuh anggota Brimob yang diduga berada dalam kendaraan yang menewaskan Affan. Mereka kini tengah diperiksa, dan proses investigasi masih berlangsung di internal kepolisian.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, bahkan telah mengumumkan nama-nama personel yang terlibat, yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju. Desakan masyarakat agar kasus ini diusut secara transparan pun terus menguat.

0 Komentar