Peringatan Keras Faisal Haris: Kader Golkar Harus Turun ke Lapangan, Bukan Hanya di Panggung Politik

Peringatan Keras Faisal Haris: Kader Golkar Harus Turun ke Lapangan, Bukan Hanya di Panggung Politik
Peringatan Keras Faisal Haris: Kader Golkar Harus Turun ke Lapangan, Bukan Hanya di Panggung Politik. Foto Istimewa
0 Komentar

Ia mengingatkan, krisis kepercayaan masyarakat terhadap politisi bukan sekadar ancaman bagi Golkar, tetapi juga bagi kelangsungan demokrasi Indonesia.

“Setiap kader harus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Kalau tidak, kepercayaan publik yang susah payah dibangun bisa runtuh seketika,” jelas Faisal.

Ia menilai, momentum krisis sosial-ekonomi yang dihadapi bangsa harus dijadikan titik balik bagi Golkar untuk mempertegas identitasnya.

Baca Juga:Mager Keluar Rumah? Ini 10 Aktivitas Self-Healing yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah SajaGlowing ala Jang Wonyoung? Ternyata Nggak Perlu Skincare Mahal, Ini Rahasianya!

Menurut Faisal, Golkar memiliki peluang besar untuk kembali merebut hati rakyat, asalkan kader-kadernya disiplin, rendah hati, dan benar-benar turun mendengar serta menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Golkar punya peluang besar untuk menunjukkan relevansinya sebagai partai yang peduli dan selalu berada di sisi rakyat. Tapi semua itu hanya mungkin terjadi kalau kadernya bisa menahan diri, bersikap bijaksana, dan proaktif merespons keluhan masyarakat,” tambahnya.

Pernyataan Faisal ini bukan sekadar teguran internal, melainkan peringatan bagi seluruh partai politik.

Ia menegaskan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh sehat apabila wakil rakyat benar-benar hadir sebagai pelayan rakyat. Baginya, politik tidak boleh sekadar menjadi panggung ambisi, melainkan sarana memperjuangkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Dengan nada tegas, Faisal menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kembali ke akar nilai perjuangan partai.

“Golkar hanya akan tetap kokoh jika kadernya menyatu dengan rakyat. Tanpa itu, beringin tidak akan lagi memberikan keteduhan, melainkan hanya jadi simbol kosong yang kehilangan makna,” pungkasnya.

0 Komentar