JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengimplementasikan program Sekolah Rintisan (SR) sebagai upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini diproyeksikan tidak hanya menuntaskan wajib belajar, tetapi juga membuka jalan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Ahmad Saefullah, menjelaskan bahwa program SR saat ini telah berjalan di dua lokasi, yaitu Kopinci (SMP dan SMA) serta Abiyoso (SMP). Masing-masing sekolah menampung 100 siswa untuk SMP dan 50 siswa untuk SMA di Kopinci.
Baca Juga:PP Safinatul Qodiri Turut Hadir Dalam Manaqib Dzikir Akbar di At-Taufiq Ciucing GarutDapat Royalti Rp497 Ribu, Ari Lasso: Lebih Baik Saya Lapar Daripada…
“Program ini merupakan inisiatif crash program yang sepenuhnya dibiayai negara melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Siswa yang lulus dari SR memiliki kebebasan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja, dengan fasilitasi penuh dari pemerintah,” ujar Ahmad saat ditemui Jabar Ekspres di Pemkot Cimahi, Rabu (20/8/25).
Sejumlah lulusan SR bahkan tercatat berhasil menembus jurusan kedokteran di perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Hal ini, kata Ahmad, menjadi bukti nyata bahwa program tersebut mampu melahirkan generasi berprestasi dari kalangan prasejahtera.
Meski masih berstatus rintisan, Ahmad memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan mendapatkan dukungan langsung dari Presiden.
Kurikulum yang digunakan setara dengan sekolah umum, dengan tambahan fasilitas asrama yang menjadi pembeda. Biaya pendidikan, termasuk fasilitas asrama, sepenuhnya ditanggung oleh negara.
“Data siswa tercatat dan dipantau secara ketat oleh pemerintah untuk memastikan keberlanjutan program,” tegasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap SR terbilang tinggi. Ahmad menjelaskan, banyak warga yang semula ragu namun kini justru mengajukan aspirasi melalui DPRD agar anak-anak mereka bisa bergabung. Walau, kuota penerimaan tetap terbatas hanya 100 siswa per lokasi.
Baca Juga:Meriahkan HUT ke-80 RI, ibis Bandung Pasteur Gelar Family Fun Walk Penuh SemangatBukan Sebatas Wadah Solidaritas, 234 SC Buktikan Aksi Sosial Nyata Peduli KemanusiaanÂ
Ahmad juga menyoroti kendala yang muncul, yakni motivasi siswa itu sendiri. Beberapa calon peserta awalnya enggan bergabung karena masih meragukan masa depan program.
“Namun, melalui pendekatan dan sosialisasi intensif, minat masyarakat terus meningkat,” paparnya.
Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan 100 unit SR permanen di atas lahan minimal 8 hektare. Sekolah ini akan mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.
