JABAR EKSPRES – Polres Cimahi memperkenalkan inovasi baru dalam menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat melalui peluncuran Lodaya Cimahi Band pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Band yang beranggotakan tujuh personel ini menampilkan enam lagu orisinal bertema keamanan dan ketertiban, dengan tiga di antaranya diperdengarkan untuk pertama kalinya di hadapan publik.
“Band tersebut menyampaikan pesan kamtibmas melalui lagu. Ada 7 personel yang sudah kami siapkan, dan saat ini nanti ada 3 lagu lagi yang akan tampil. Nantinya, band ini akan tampil di beberapa event, termasuk di Kota Baru KBB maupun di Cimahi,” ujar Kapolres Cimahi, Niko. Adi Putra saat ditemui di Mapolres Cimahi disela-sela acara, Rabu (20/8/25).
Baca Juga:1.877 Warga Terjaring, 41 Jadi Tersangka Premanisme di CimahiProgram SR Cimahi Buka Peluang Anak Prasejahtera hingga Perguruan
Lodaya Cimahi Band menjadi terobosan baru dalam strategi komunikasi kepolisian di era digital. Lagu-lagu yang dibawakan, seperti ‘Lapor Pak Kapolres’ dan ‘Etos Kerja Polres’ Cimahi, dipandang mampu menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih segar dan dekat, khususnya generasi muda yang akrab dengan musik dan media sosial.
“Sekarang sudah banyak media sosial. Jadi kami gunakan medium lagu sebagai sarana penyampaian pesan Kamtibmas, agar lebih mudah diterima masyarakat,” tambahnya.
Selain peluncuran band, peringatan kemerdekaan di Cimahi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti gerak jalan santai, zumba, lomba kearifan lokal, hingga program pangan murah.
Salah satunya adalah penjualan beras SPHP dengan harga terjangkau, Rp10.000 per kilogram.
“Beras SPHP kami jual Rp10.000 untuk 1 kilonya, sehingga untuk 5 kilo harganya Rp50.000, masyarakat sudah bisa membawa pulang beras,” jelas Niko.
Dalam program pangan murah ini, disediakan total 20 ton beras. Dari jumlah tersebut, 3 ton ludes dalam waktu hanya satu jam setengah. Penjualan dilakukan bersama Bulog dan Bhayangkari, dengan sistem kupon untuk mencegah penimbunan.
“Sekarang dalam kurun waktu 1 jam setengah, beras 3 ton sudah habis, sehingga ini ada lagi masih kurang lebih 17 ton. Nanti akan kami jual secara kontinyu dan akan kami sebar di beberapa Polsek. Kita berikan mereka beras, 2 sak, satu orang itu 2 sak,” paparnya.
