Dorong Kemandirian, Produsen Bahan Baku Tekstil Siap Penuhi Kebutuhan Nasional 

Dorong Kemandirian, Produsen Bahan Baku Tekstil Siap Penuhi Kebutuhan Nasional 
Ilustrasi pekerja sedang menyelesaikan pesanan produk tekstil impor. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya penguatan industri tekstil nasional mendapat dorongan baru dari sektor hulu. PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), produsen lokal bahan baku kimia Purified Terephthalic Acid (PTA), menegaskan komitmennya untuk mendukung kemandirian industri dalam negeri melalui pasokan bahan baku yang stabil dan kompetitif.

Presiden Direktur MCCI, Anang Adji Sunoyo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda besar pemerintah dalam hal substitusi impor dan hilirisasi industri.

“Kami siap untuk memperkuat pasokan bahan baku,” kata Anang dikutip dari ANTARA, Selasa (19/8).

Baca Juga:Kebijakan Pro Petani, Mentan Klaim Harga Gabah Naik dan Akses Pupuk Subsidi Meningkat Kebakaran Hebat Landa Sebuah Rumah di Lengkong Kota Bandung, Warga Panik Selamatkan Diri

Saat ini industry tekstil tengah mengalami tekanan akibat adanya fenomena impor dumping yang membuat sektor hulu dan tengah menjadi lesu.

Padahal, Indonesia adalah salah satu negara, selain China dan India yang memiliki ekosistem tekstil yang lengkap di dunia.

Menurut Anang, adanya produsen lokal bukan hanya soal ketersediaan produk, namun juga berdampak langsung terhadap efisiensi industri secara keseluruhan.

Dengan adanya suplai dalam negeri yang kuat, pelaku industri tekstil dan plastik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor serta lebih tangguh menghadapi fluktuasi harga global.

“Kami percaya bahwa hilirisasi bukan sekadar program pemerintah, tapi kebutuhan nyata bagi keberlanjutan industri kita,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya meyakini bahwa kekuatan industry nasional hanya bisa dicapai melalui sinergi antara produsen hulu dan hilir.

Dalam hal ini, penyediaan bahan baku yang stabil dan kompetitif menjadi kunci untuk mendorong industri tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Baca Juga:Soal Diskon Tarif Listrik, Pemerintah Masih Lakukan Pengkajian Pemerintah Perluas Akses Perumahan untuk Buruh, Kuota Rumah Subsidi Naik Jadi 50 Ribu Unit

“Kalau hulu kuat, hilir bisa berlari lebih cepat. Dan kami siap menjadi bagian dari mesin pertumbuhan itu,” kata Anang.

0 Komentar