Salah satu mitos sejarah paling populer adalah pernyataan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Sejak di bangku sekolah, angka ini selalu muncul sebagai jawaban atas pertanyaan tentang lamanya penjajahan. Namun, apakah benar demikian?
Jika dihitung sejak berdirinya VOC pada 1602, 350 tahun berarti Indonesia baru merdeka pada 1952—bertentangan dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Apalagi, tidak semua wilayah Indonesia dikuasai Belanda selama itu. Aceh, misalnya, baru ditaklukkan pada 1904 dan sepenuhnya dikuasai pada 1912.
Salah satu tokoh yang membantah mitos ini adalah G.J. Resink, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia keturunan Belanda yang bersimpati pada perjuangan bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejak abad ke-16 hingga ke-19, banyak wilayah Nusantara tetap berdaulat dan tidak pernah berada di bawah kendali VOC atau pemerintah kolonial, seperti Sumba, Aceh, Sulawesi Selatan, Langkat, dan Batak. Menurut Resink, Belanda hanya menjajah seluruh Nusantara selama 40–50 tahun.
Baca Juga:4 Prinsip Membangun Passive Income Agar Bisa Menghasilkan Uang Sambil Tidur NyenyakMasalah Umum Honda Jazz dan Cara Mengatasinya, dari GD3 sampai GK5
Sejarawan Asvi Warman Adam menambahkan bahwa narasi “dijajah 350 tahun” memiliki muatan propaganda politik untuk membangun sentimen nasionalisme, dengan Muhammad Yamin sebagai salah satu tokoh yang menyebarkannya.
4. Mitos Majapahit Menguasai Nusantara
Seperti halnya penjajahan Belanda, sejarah kejayaan Majapahit juga menyimpan mitos. Kita sering diajarkan bahwa Majapahit berhasil mempersatukan seluruh Nusantara, dari Sumatera hingga Papua. Namun, menurut arkeolog Hasan Djafar, hubungan Majapahit dengan daerah-daerah lain lebih bersifat mitra setara, bukan kekuasaan mutlak.
Bahkan, narasi visual Gajah Mada yang kita kenal sekarang merupakan hasil imajinasi Muhammad Yamin. Pada 1940-an, Yamin menemukan pecahan terakota di Trowulan yang ia yakini sebagai wajah Gajah Mada, lalu memintanya dilukis oleh Heng Ngantung untuk sampul buku. Tidak ada pembuktian ilmiah, dan beberapa berpendapat wajah itu mirip Yamin sendiri.
5. NasibBarang-Barang Peninggalan Kemerdekaan
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga menyimpan kisah unik yang jarang dibahas. Misalnya:
Bendera merah putih pertama dijahit Ibu Fatmawati dari kain spray putih dan kain merah milik penjual soto, karena kain yang disiapkan sebelumnya terlalu kecil.
Upacara proklamasi berlangsung sederhana tanpa protokol resmi, tiang bendera dari bambu, dan tanpa paduan suara.
