Kawal Pembangunan Kampung Haji di Makkah, Danantara Pastikan Kelayakan Fasilitas Penunjang Ibadah

Kawal Pembangunan Kampung Haji di Makkah, Danantara Pastikan Kelayakan Fasilitas Penunjang Ibadah
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagara Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani saat melakukan kunjungan kerja ke Jeddah dan Makkah beberapa waktu lalu. (Dok. Instagram/rosanroeslani)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagara Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani lakukan kunjungan kerja ke Jeddah dan Makkah guna memastikan kelayakan fasilitas Kampung Haji.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rosan menyebut bahwa kunjungannya itu dilakukan sebagai pengawalan penuh terhadap rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi.

“Insyaallah, kami akan mengawal proses ini dari tahap awal hingga terwujud, sehingga jamaah Indonesia memiliki fasilitas yang representatif dan layak selama menjalankan ibadah,” ujarnya, dikutip Kamis (14/8/2025).

Baca Juga:Menkeu Sebut Pajak Sama dengan Zakat dan Wakaf!Program Merdeka Pendidikan, Satu Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Menurutnya, pembangunan Kampung Haji di Makkah tersebut, diproyeksikan sebagai pusat layanan dan akomodasi bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Ke depannya, kata diam masyarakat yang tengah menjalankan ibadan di Tanah Suci Makkah akan mendapat fasilitas penginapan yang layak dan nyaman.

Tidak hanya itu, Kampung Haji juga dapat dikembangkan menjadi pusat layanan terpadu bagi para jemaah, untuk kebutuhan ibadah, klinik kesehatan, serta ruang pembinaan manasik di lokasi strategis.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan dan efisiensi bagi jutaan jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya,” kata Rosan.

Adapun dalam kunjungannya itu, Rosan mengaku telah meninjau lebih dari 10 opsi lahan dan 3 proyek besar yang ada di Makkah, untuk lokasi pembangunan Kampung Haji.

Selain itu, Rosan juga mengadakan pertemuan dengan otoritas Kerajaan Saudi Arabia, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) yang berwenang dalam perencanaan, pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan di Makkah dan Tanah Suci.

Bersama Badan Penyelenggara Haji RI (BP Haji), Rosan juga mengadakan pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Investasi Saudi Arabia.

Baca Juga:Teknologi hingga Otomotif RI Miliki Prospek Ekspor ke Dubai?Wacana Haji dan Umrah Jalur Laut, Dongkrak Ekonomi atau Tantangan Operasional?

“Kami tidak hanya fokus pada jarak ke Masjidil Haram, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan dan kelayakan fasilitas bagi jemaah. Target kami adalah memastikan semua unsur terpenuhi, mulai dari aspek teknis, legalitas, hingga keberlanjutan pengelolaan,” paparnya.

Baru-baru ini, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kebijakan yang membuka peluang bagi entitas asing, termasuk lembaga atau perusahaan, untuk memiliki properti di Makkah.

0 Komentar