JABAR EKSPRES – Penggunaan jalur laut untuk pemberangkatan jamaah haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang besar, namun juga menyimpan tantangan besar yang perlu diatasi.
“Memang benar bahwa wacana ini sedang menjadi bahan pembicaraan. Pemerintah juga sudah membicarakan dengan Saudi Arabia. Ini adalah peluang bisnis, dan kami siap untuk dilibatkan,” kata Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, dikutip dari ANTARA Senin (14/7).
Ia juga menyatakan bahwa pemberangkatan jamaah haji dan umrah melalui jalur laut memerlukan kajian komprehensif, tidak hanya dari sisi waktu dan biaya, tetapi juga menyangkut perubahan dalam pengelolaan operasional.
Baca Juga:Oxford United Gagal Juara, Akui Faktor Cuaca dan Kehilangan Pemain KunciGelar Operasi Patuh Lodaya 2025, 300 Personel Gabungan Dikerahkan Polrestabes Bandung
“Contohnya saat menangani jamaah yang sakit ataupun meninggal dalam perjalanan,” kata Carmelita.
Tantangan yang dihadapi termasuk pengelolaan logistik, penyediaan fasilitas, serta struktur biaya yang dibutuhkan harus ada mitigasi.
Selain itu, ketersediaan kapal penumpang yang memadai juga menjadi perhatian. Carmelita berharap pengusaha pelayaran nasional dapat dilibatkan dalam kajian dan perencanaan kedepan.
“Apakah dengan menyewa atau membeli (kapal). Mengingat kita tidak punya kapal penumpang yang ‘ready’ untuk menjalankan ini,” katanya.
Meski belum mengetahui secara pasti rencana detail pemerintah, Carmelita menyebut pihaknya telah mendengar adanya sejumlah penawaran dari berbagai pihak.
Ia juga berharap pengusaha pelayaran nasional dapat dilibatkan dalam kajian dan perencanaan kedepan.
“Kita belum tahu apa dan bagaimana rencana pemerintah. Walau sudah mendengar banyak pihak yang memberikan penawaran. Kita mengharapkan para pelaku usaha nasional bisa dilibatkan dalam kajian ini,” kata Carmelita.
Baca Juga:Sekolah, Menggratiskan Negeri Tanpa Membunuh SwastaDispora Kabupaten Bandung Pastikan Insiden Mati Lampu Tak Terulang di Sisa Laga Piala Presiden 2025
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternative pembarangkatan ibadah umrah dan haji yang saat ini tengah didiskusikan dengan otoritas Arab Saudi.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan jika infrastruktru pendukung seperti Pelabuhan dan sarana transportasi laut telah tersedia, penyelenggaraan haji dan umrah lewat jalur dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Namun, Menag juga menyatakan wacana itu masih membutuhkan kajian lebih mendalam, terutama aspek waktu dan efisiensi biaya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyatakan bahwa rencana tersebut masih perlu dilakukan kajian secara komprehensif untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
