BPBD Cimahi Latih Pengurus Rumah Ibadah Hadapi Bencana

BPBD Cimahi Latih Pengurus Rumah Ibadah Hadapi Bencana
Pelatihan dan Materi Mitigasi Bencana Bagi Pemula Agama di kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

Selain gempa bumi, materi pelatihan juga mencakup antisipasi terhadap potensi bencana lain di Cimahi, seperti banjir, angin kencang, dan kebakaran. BPBD juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini (EWS) yang terintegrasi dengan pengelola rumah ibadah.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan pengurus rumah ibadah sebagai “agen” kesiapsiagaan yang mampu menyebarkan pengetahuan mitigasi kepada jamaah atau jemaat mereka.

Selain itu, BPBD Cimahi juga menggelar pelatihan serupa bagi keluarga, dengan melibatkan para ibu sebagai katalisator kesiapsiagaan di rumah. Peserta diajarkan menyusun rencana kontinjensi tingkat keluarga, menyiapkan tas siaga bencana, menentukan titik kumpul, hingga menjaga komunikasi saat darurat.

Baca Juga:Banyak Kawasan Industri, Pengusaha Australia Didorong Investasi di Jawa Tengah Newcastle Resmi Gaet Malick Thiaw dari AC Milan, Kontrak Empat Tahun

“Dengan adanya pelatihan ini, BPBD menargetkan terbentuknya jejaring penggiat kesiapsiagaan di berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, komunitas, hingga keluarga,” terang Andy.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Cimahi, khususnya BPBD, dalam mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan hanya berfokus pada penanganan pascabencana.

“Dalam pencegahan dan mitigasi bencana, para peserta diberikan pemahaman serta keterampilan praktis dalam menangani situasi darurat, baik akibat bencana alam maupun non-alam, yang berpotensi terjadi di lingkungan rumah ibadah,” ujarnya.

Menurut Adhitia, karakter bencana yang tidak terduga menuntut kesiapan masyarakat sebagai faktor utama untuk meminimalkan risiko.

“Bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Karena itu, kesiapan kita bersama sangat penting,” tegasnya.

Data BPBD Kota Cimahi menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, serta ancaman non-alam seperti kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak aman.

Keberadaan rumah ibadah di kawasan padat penduduk menambah urgensi perlunya pengelolaan risiko yang sistematis.

Baca Juga:Perpisahan Haru Gianluigi Donnarumma dari PSGSelangkah Lagi Gabung Everton, Jack Grealish Siap Reinkarnasi di Goodison Park

Adhitia memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif pengurus rumah ibadah yang mengikuti pelatihan, serta menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan masyarakat.

“Cimahi adalah cerminan miniatur Indonesia, dengan keberagaman suku dan agama yang menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan ketangguhan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi BPBD Kota Cimahi yang menggandeng perwakilan dari masjid, gereja, dan pura, sehingga jangkauan program meluas lintas komunitas.

0 Komentar