Target perluasan penggunaan QRIS di Kota Banjar tidak hanya berfokus pada pelaku UMKM, yang memang menjadi sasaran utama dalam banyak program serupa. Pemerintah juga secara intensif mendorong pedagang di pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Muktisari tempat pekan QRIS digelar, untuk turut beralih ke sistem pembayaran digital ini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi di pusat perbelanjaan rakyat.
Yang tak kalah penting, Pemkot Banjar bersama BI juga mulai mengarahkan wajib pajak untuk memanfaatkan QRIS dalam memenuhi kewajibannya. Pembayaran jenis-jenis pajak seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mulai dipromosikan untuk dilakukan melalui sistem QRIS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus memberikan kemudahan dan kecepatan layanan kepada masyarakat.
Lonjakan transaksi QRIS sebesar 190,5 persen bukan sekadar angka statistik. Itu merupakan cerminan nyata dari percepatan transformasi digital di jantung ekonomi Kota Banjar. Sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah, ditambah antusiasme pelaku usaha dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan ini.
Baca Juga:Komitmen dalam Pemenuhan Hak Anak, Jateng Kembali Diganjar Penghargaan Provinsi Layak Anak Koperasi Desa Merah Putih Akan Diisi Tenaga P3K, Pemprov Jateng Masih Tunggu Juknis
“Pekan QRIS Nasional 2025 di Pasar Muktisari menjadi momentum tepat untuk terus memacu inklusi keuangan digital dan membawa kemudahan bertransaksi bagi seluruh warga Banjar. Tantangan ke depan adalah memastikan perluasan ini berjalan beriringan dengan edukasi yang masif untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat, menjamin keberlanjutan dan manfaat yang lebih luas dari geliat ekonomi digital yang sedang tumbuh pesat ini,” kata Sudarsono. (CEP)
