Rehabilitasi Gratis, BNN Cimahi Dorong Pemulihan Menyeluruh bagi Pengguna Narkoba

98 Pecandu Direhabilitasi, BNN Cimahi Soroti Medsos Jadi Lahan Baru Peredaran Narkoba
Ilustrasi rehabilitasi pengguna narkoba/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi terus mendorong pemulihan komprehensif bagi penyalahguna narkoba kategori ringan dan sedang melalui program rehabilitasi rawat jalan tanpa biaya.

Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga mencakup aspek pemulihan sosial dan pengawasan lingkungan sekitar klien. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti enam sesi tatap muka selama tiga bulan bersama tim profesional yang terdiri dari konselor, dokter, dan perawat.

“Setelah sesi selesai, kami pantau kembali apakah masih menggunakan atau sudah berhenti. Kalau masih, akan dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar Kepala BNN Kota Cimahi, Yulius Amran, Jumat (8/8).

Baca Juga:Ajak Warga Kibarkan Merah Putih, Bupati Bogor: Benteng Terakhir adalah Persatuan! Groundbreaking Dapur SPPG, Kapolres Bogor Sebut Bisa Layani 20 Ribu Penerima Manfaat

Tahap lanjutan itu disebut pascarehabilitasi, berupa pemantauan aktif lewat kunjungan rumah. Fokusnya adalah menilai lingkungan tempat tinggal, pergaulan sehari-hari, serta potensi pemicu kekambuhan.

“Lingkungan sangat berperan. Banyak yang sudah berhenti, tapi kembali memakai karena kembali ke lingkaran lama. Keluarga juga harus ikut mengawasi,” tegas Yulius.

Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan. Orang tua atau pasangan diharapkan proaktif memperhatikan perilaku sehari-hari, termasuk dengan siapa mereka bergaul dan kebiasaan di rumah.

“Kalau anak mulai sering ngunci kamar, itu perlu dicurigai,” tambahnya.

BNN Cimahi juga terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri pengguna narkoba, seperti mata merah, bicara tidak fokus, mengantuk berlebihan (pengguna ganja), hingga berkeringat dingin dan gelisah (pengguna sabu).

Bagi pengguna yang mengalami gejala sakau, pendekatan awal yang disarankan bukan langsung dengan obat, melainkan aktivitas fisik. “Olahraga sangat efektif. Jangan hanya andalkan obat. Ajak jalan, yang penting berkeringat,” jelasnya.

Sementara untuk pengguna dengan ketergantungan berat, penanganan akan diarahkan ke fasilitas rehabilitasi khusus seperti di Cisarua dan Lido (SKO), yang menyediakan terapi intensif termasuk farmakologis.

Baca Juga:2 Truk Tabrakan di Bogor Selatan, Diduga Karena Rem BlongPenyaluran Dana PIP Tak Boleh Asal dan Jangan Dipotong Langsung oleh Sekolah, Ini Kata Kadisdik Jabar 

Seluruh layanan rehabilitasi dari BNN, baik rawat jalan maupun pascarehabilitasi, diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

0 Komentar