Mahasiswa juga didorong memperoleh sertifikasi sesuai bidang ilmunya, memastikan mereka siap bersaing di pasar kerja yang kian digital. Supriyadi berharap FRIMA 2025 memperluas pemahaman publik tentang peran Digitech University sebagai pelopor pendidikan berbasis teknologi digital.
“Kami ingin publik tahu, jika ingin ahli digital, Digitech University adalah tempatnya. Kami adalah gerbang menuju peradaban digital,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa tanpa kemampuan digital, peluang di masa depan akan semakin terbatas. Dengan suksesnya FRIMA 2025, Digitech University kembali membuktikan komitmennya untuk mencetak lulusan berkualitas dan menjadi katalis inovasi serta transformasi digital di Indonesia. (tur)
