JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengusulkan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo.
Usulan ini disampaikannya saat menghadiri Gala Dinner Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (PORSENASMA) V Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia Tahun 2025 di Gedung Bakorwil Madiun, Jawa Timur, pada Senin (4/8/2025).
Acara Gala Dinner tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wali Kota Madiun Maidi, serta tamu-tamu dari jajaran Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia.
Baca Juga:Menara BTS Ilegal di Mekarbakti Sumedang Masih Berdiri Tegak, Satpol PP Lemah Tak Berani Bongkar? Soal Bendera One Piece di Gor Laga Satria Cibinong, Polisi: Sudah Diatasi Panitia
Khofifah menilai Kabupaten Ponorogo sebagai lokasi yang tepat untuk peresmian karena Sekolah Rakyat di daerah tersebut dinilai paling terintegrasi di Jawa Timur.
“Sekolah Rakyat di Ponorogo ini tergolong terintegrasi terbaik karena memiliki tiga jenjang pendidikan sekaligus, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” ujar Khofifah, dikutip dari Antara News, Selasa (5/8/2025).
Khofifah juga mengungkapkan harapannya agar Presiden Prabowo dapat hadir secara langsung dalam acara peresmian.
“Mudah-mudahan awal September 2025, Pak Presiden sesuai rencana yang kami dengar akan meluncurkan Program Sekolah Rakyat dari Jawa Timur. Saya mengusulkan, mudah-mudahan beliau berkenan agar pelaksanaannya dilakukan di Ponorogo,” ucapnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bangunan Sekolah Rakyat di Ponorogo memanfaatkan kembali gedung milik pemerintah daerah yang sebelumnya telah mengalami beberapa alih fungsi. Awalnya gedung tersebut digunakan sebagai pusat UMKM, kemudian menjadi tempat penanganan COVID-19, dan akhirnya difungsikan kembali sebagai Sekolah Rakyat.
“Usulan saya agar peluncuran Sekolah Rakyat dilakukan di Ponorogo juga bertujuan agar kita bisa melihat dengan jelas bagaimana pemerintah memuliakan keluarga dari desil I dan II. Desil I merupakan 10 persen penduduk termiskin, dan Desil II mencakup 20 persen warga dengan status sosial ekonomi terendah,” jelasnya.
Khofifah juga menyampaikan target pembangunan Sekolah Rakyat yang ambisius. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 unit hingga pertengahan Agustus, dan mencapai 159 unit hingga akhir tahun 2025.
Baca Juga:Yang Ditinggalkan Bandung Arts Festival Tahun Ini11 Bangunan Liar Tak Berizin di Baranangsiang Bogor Dibongkar!
Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo atas komitmen dalam menjalankan program ini.
