“Ini bukan sekadar penggemar anime iseng, tapi bentuk nyata dari bagaimana fiksi bisa membentuk realitas politik dan sosial,” tulis seorang pengamat budaya di akun X-nya.
Meskipun memicu kontroversi, banyak pengamat global menilai aksi ini sebagai bentuk kekuatan budaya pop dalam membentuk narasi politik dan perjuangan sosial.
Luffy, yang dikenal sebagai sosok pemberani dan antitirani, menjadi ikon baru perlawanan.
Baca Juga:Terbukti Membayar! Cuma Daftar Bisa Dapat Saldo DANA Gratis Rp 100 Ribu dari Game IniHonda Scoopy Bogor OCTOPUS Rayakan 15th Anniversary
Di mata para pengikut setia One Piece, mengibarkan bendera Straw Hat bukan sekadar aksi estetika, tapi pernyataan sikap, menolak ketidakadilan dan menyerukan kebebasan.
