Di Balik Tembok Asrama Potret Anak-anak SRMP 8 Cimahi: Antara Kemandirian dan Kerinduan

Siswa SRMP 8 Cimahi saat sedang Kegiatan Belajar di Ruangan Kelasnya (mong)
Siswa SRMP 8 Cimahi saat sedang Kegiatan Belajar di Ruangan Kelasnya (mong)
0 Komentar

“Happy, kalau belajar juga tidak membosankan. Sering ada games, terus belajar di luar kelas. Fasilitasnya juga lengkap,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, meninjau langsung SRMP 08 Cimahi pada Kamis 31 Juli 2025. Ia melihat sendiri bagaimana pembelajaran dan pola kehidupan di asrama dijalankan.

“Di sini, saya lihat anak-anak juga dimanusiakan. Mereka diberikan tempat layak, dari tempat tidur nyaman. Satu ruangan memang banyak, sampai 25 orang, tapi bersih dan rapi,” ujar Atalia.

Baca Juga:Kepala Inspektorat Kabupaten Bandung Tegaskan Tak Pernah Bertemu Vendor PT BDS BandungDari Bali ke Jakarta: Glow Luna & Maxime adalah Perjalanan, Bukan Sekadar Kejutan

Menurutnya, selain pendidikan formal, SRMP juga menanamkan kebiasaan hidup teratur dan sehat. Anak-anak diajarkan bangun subuh, salat berjamaah, dan beraktivitas sesuai jadwal.

“Dapat tiga kali makan sehari di ruangan makan tersendiri, dapat snack juga. Kemudian ruangan lainnya sangat bagus, ada ruang aula, ruang teater,” imbuhnya.

Bagi Atalia, sekolah rakyat ini bukan hanya institusi pendidikan, tapi juga alat intervensi sosial. Ia melihat SRMP sebagai strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan yang sudah lama membelit sebagian masyarakat.

“Mereka yang selama ini terabaikan, bisa bersekolah di sini tentunya dengan tujuan memangkas jalur kemiskinan. Memang yang kita harap ke depan, sekolah ini terus berkembang dan bertambah,” tutupnya. (Mong)

0 Komentar