“Hal ini menciptakan peluang luas bagi tenaga terampil seperti para barista Kota Cimahi untuk berkiprah dan berinovasi di pasar kuliner yang dinamis, khususnya yang terkait dengan komoditas kopi,” ujarnya.
Adhitia menyebut para peserta pelatihan barista memiliki peluang besar untuk langsung terserap di pasar kerja. Data dari platform pencari kerja seperti Jobstreet menunjukkan ratusan lowongan barista dan bartender tersedia setiap bulan.
“Tantangan untuk terus berkembang, selain menguasai teknik meracik kopi, lulusan juga dituntut memahami manajemen outlet, pengembangan produk kopi seperti latte art, manual brew dan lainnya, serta pelayanan pelanggan modern,” jelasnya.
Baca Juga:Siap Guncang Emirates Stadium, Gyokeres Sebut Arsenal Klub Tepat Untuknya!Persib Tampil Beda! Launching Spektakuler dan Laga Internasional Lawan Raksasa Australia
Adhitia juga menegaskan, hal ini lebih dari sekadar pekerjaan, potensi karier dari profesi barista kini kian terbuka lebar. Karena, lanjut Adhitia, hal seperti ini bukan hanya bekerja sebagai barista, tetapi juga bisa membuka peluang untuk menjadi trainer, membuka usaha kedai kopi sendiri, atau menerobos pasar ekspor kopi nusantara.
“Dengan kombinasi data pasar yang kuat dan tren industri yang sedang naik daun, para lulusan pelatihan barista kini memiliki pijakan nyata untuk menjadi pionir dalam membentuk masa depan industri kopi Indonesia,” pungkasnya. (Mong)
Reporter: Firman Satria
