DP3AKB Jabar Beri Perhatian Kelas Lokus Kasus Bullying Garut

JABAR EKSPRES - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar ikut turu
Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti (tiga dari kiri).
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar ikut turun tangan kasus bullying di Garut. Pihaknya memberikan pendampingan terhadap kelas yang menjadi lokasi kejadian.

Kepala DP3AKB Siska Gerfianti menuturkan, pihaknya telah merespons sejak kasus itu mencuat. “Langkah cepatnya adalah dengan ikut menurunkan tim psikolog dan bantuan hukum, ” katanya.

Siska melanjutkan, dinas juga tidak hanya menyasar keluarga korban atau yang terkait kasus. Tapi berupaya mencegah hal itu terulang kembali.

Baca Juga:Ketua Ormas PP Kabupaten Bogor Buat Keributan di Kafe Wilayah Depok, Ini Kata Kuasa HukumSejumlah Sapi Perah di Lembang Mati Mendadak, Dispernakan KBB Lakukan Penyelidikan

Makanya, satu kelas yang menjadi lokus kejadian itu menjadi perhatian serius. “Kami beri pendampingan satu kelas yang menjadi lokus itu, ” jelasnya.

Siska menambahkan, langkah berikutnya bakal dilakukan minggu depan. Yakni memberikan sosialisasi pencegahan anti bullying ke satu sekolah. “Kami juga kolaborasi dengan dinas terkait dari Pemkab Garut, ” jelasnya.

Program sosialisasi pencegahan anti-bullying itu juga akan terus dilakukan dengan menyasar seluruh sekolah di Jabar. Pelaksanaan bisa secara langsung maupun daring.

Siska juga menegaskan bahwa masyarakat juga tidak perlu takut untuk melapor jika mendapati kasus-kasus bullying atau berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Semangat itu juga digelorakan dalam Program Jabar Cekas.

Kasus dugaan perundungan di Garut itu mencuat beberapa hari terakhir. Bermula dari remaja 16 yang meninggal dunia diduga bunuh diri dan korban perundungan, Senin (14/7).

Korban adalah siswa SMAN 6 Garut. Ibu korban sempat curhat lewat akun medsosnya. Menceritakan bahwa anaknya jadi korban bully.

Curhatan itu juga sempat mendapatkan respons Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Ibu korban disarankan melapor ke UPTD. (son)

Reporter: Hendrik Muchlison

0 Komentar