8 Tips Agar KUR BRI Cepat Cair, Bahkan Kurang dari 7 Hari

Tips Agar KUR BRI Cepat Cair
Tips Agar KUR BRI Cepat Cair
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI jadi salah satu solusi keuangan yang paling dicari para pelaku UMKM. Bunganya rendah, plafon pinjaman fleksibel, dan syaratnya tidak seberat pinjaman komersial lainnya.

Tapi sayangnya, tak sedikit yang mengeluh proses pencairannya lama. Padahal, dengan persiapan yang tepat, KUR BRI bisa cair dalam waktu kurang dari 7 hari.

Berikut tips dan langkah penting yang bisa kamu lakukan agar proses pengajuan KUR BRI berlangsung cepat dan tanpa hambatan.

Baca Juga:Cara Ajukan KUR BRI 2025 Lewat Online atau Ofline , Bunga Cuma 6 Persen dan Cicilan Mulai Rp20 Ribuan!Mau Tahu Cicilan Rp10 Juta Cuma Berapa? Cek Simulasi Angsuran KUR BRI 2025 di Sini!

8 Tips Agar KUR BRI Cepat Cair, Bahkan Kurang dari 7 Hari

1.Lengkapi Semua Dokumen Sejak Awal

Salah satu penyebab utama lambatnya pencairan KUR adalah dokumen yang tidak lengkap. Saat dokumen belum sesuai, pihak bank harus menghubungi nasabah kembali, dan ini memperlambat proses verifikasi.

Dokumen penting yang wajib kamu siapkan antara lain:

KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)

Kartu Keluarga (KK)

Surat keterangan usaha (SKU) atau NIB

Rekening koran 3 bulan terakhir (jika diminta)

NPWP (untuk plafon pinjaman di atas Rp50 juta)

Legalitas tambahan seperti SIUP, TDP, izin lokasi (jika dibutuhkan)

Simpan semuanya dalam satu folder agar mudah saat diminta pihak bank atau petugas lapangan.

2. Punya NIB Aktif = Proses Lebih Cepat

Salah satu trik agar KUR BRI cepat cair adalah dengan memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) aktif dari OSS.go.id. NIB membuktikan usahamu legal dan terdaftar di sistem pemerintah.

Banyak nasabah yang belum tahu, petugas bank akan memprioritaskan pemohon yang punya NIB karena proses verifikasi usahanya lebih singkat. Bahkan beberapa pengajuan bisa langsung disetujui tanpa perlu survei berulang.

3. Jangan Ajukan Lebih dari Kemampuan Bayar

Plafon KUR BRI memang menggiurkan, bisa sampai Rp500 juta tergantung jenisnya. Tapi kalau kamu memaksakan ajukan nominal besar padahal omzet usaha masih kecil, kemungkinan besar ditolak atau diperpanjang prosesnya.

Ajukan sesuai kemampuan dan kebutuhan:

Rp10 juta–Rp50 juta: cocok untuk usaha mikro

Di atas Rp50 juta: butuh NPWP, agunan tambahan (khusus KUR Kecil)

Petugas bank akan melihat rasio cicilan terhadap pendapatan (DSR). Idealnya, cicilan tidak lebih dari 30–40 persen penghasilan bulanan.

0 Komentar