Salah satu contoh yang sempat viral sebelumnya adalah aplikasi OMC, yang menggunakan modus memberikan rating. Pada awal kemunculannya, aplikasi tersebut memang terbukti membayar dan berhasil menarik banyak pengguna. Namun pada akhirnya, aplikasi itu berubah menjadi penipuan (scam) dan menyebabkan banyak orang menjadi korban. Ketika aplikasi sudah tidak bisa diakses lagi, seluruh dana yang ada di dalamnya akan hangus dan tidak dapat dikembalikan.
Perlu diketahui bahwa skema seperti ini umumnya hanya menguntungkan bagi mereka yang lebih dulu bergabung. Maka tak heran jika Anda sering kali menerima undangan untuk ikut serta dalam aplikasi-aplikasi semacam ini.
Dalam struktur aplikasinya, biasanya juga terdapat sistem jabatan atau tingkatan, yang digunakan untuk menarik lebih banyak orang. Sebagai contoh, pada aplikasi ini terdapat sistem pengajuan karyawan tetap dengan tingkatan mulai dari staf hingga manajer. Untuk menjadi staf, seseorang harus berhasil mengundang 10 orang dan akan memperoleh “gaji” sebesar Rp300.000. Sementara untuk mencapai posisi manajer, minimal harus mengundang 700 orang bawahan dari level K1 ke atas, dan dijanjikan mendapatkan penghasilan bulanan hingga Rp20 juta.
Baca Juga:7 HP Redmi Terbaik 2025 yang Turun Harga Drastis, Mulai Rp1 Jutaan!PKH dan BPNT 2025 Cair Lagi, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2025 Lewat Aplikasi dan Situs Resmi Kemensos
Namun, sistem ini sejatinya hanyalah skema money game, di mana pengguna baru menyetorkan uang yang kemudian digunakan untuk membayar pengguna lama. Artinya, Anda sebenarnya sedang patungan untuk memberikan keuntungan kepada para leader yang lebih dulu masuk.
Saran kami, sebaiknya jangan bergabung dengan aplikasi semacam ini. Cepat atau lambat, aplikasi seperti ini akan berakhir menjadi penipuan. Meskipun tampak menguntungkan di awal, uang yang Anda peroleh berasal dari sistem yang tidak etis dan tidak berkah, karena sejatinya itu adalah uang dari hasil penipuan terhadap orang lain.
Modus seperti ini juga digunakan oleh aplikasi penipuan lainnya, salah satunya adalah aplikasi ITV. Aplikasi ini masih beroperasi hingga sekarang dan menggunakan skema yang mirip, yaitu dengan cara menonton video iklan untuk memperoleh penghasilan.
Pengguna juga bisa mencoba versi gratis terlebih dahulu. Namun kamingnya, pada saat kami mengaksesnya, masa berlaku akun gratis kami sudah habis, sehingga tidak dapat dijadikan contoh. Secara umum, mekanismenya hampir sama pengguna diminta menonton video selama beberapa detik, lalu menjawab pertanyaan. Jika jawaban benar, pengguna akan memperoleh sejumlah uang.
